Cegah korban, zona merah Sinabung bakal ditembok mirip Jalur Gaza
Selain itu, dibeberapa desa berdekatan dengan Gunung Sinabung sudah ada enam portal menghalangi warga masuk zona merah.
Satgas Penanganan Erupsi Gunung Sinabung menyiapkan pembangunan tembok untuk menghalangi warga masuk ke zona merah yang memiliki ancaman tinggi bagi keselamatan jiwa.
Komandan Satgas Penanganan Erupsi Gunung Sinabung Letkol Inf Agustatius Sitepu mengatakan, pasca peristiwa awan panas menyebabkan tujuh orang tewas, pihaknya makin memperketat pengamanan dengan memperkuat pengamanan di setiap jalur masuk menuju zona merah agar peristiwa memakan korban tidak terjadi lagi.
"Zona yang memang sangat rawan, akan kita beton," kata Agustatius, Senin (23/5).
Menurutnya, ada enam portal menghalangi masuk zona merah ada di Desa Sibintun, Desa Gamber, Desa Jerayah, Desa Gurukinayan, Desa Hutatonggal, dan Desa Beganding.
Di dalam portal itu masih ada portal lagi untuk memperkuat pencegahan bagi warga ingin memasuki zona merah.
Di setiap portal, ditempatkan prajurit TNI, personel Polri, dan relawan untuk berjaga-jaga jika ada warga yang nekad menerobos masuk.
"Hanya, tidak mungkin 24 jam kita jaga," ucap Agustatius kepada Antara.
Untuk itu pihaknya melakukan penguatan dengan membeton jalur masuk agar warga mengetahui bahwa area yang dituju sangat berbahaya.
Sebenarnya, warga sudah mengetahui bahaya letusan Gunung Sinabung. Namun karena peristiwa itu berlarut-larut, masyarakat diperkirakan terlena dan menganggap tidak masalah jika sekali-kali masuk ke zona merah.
Sebelumnya, Gunung Sinabung mengalami erupsi pada Sabtu (21/5) sambil mengeluarkan awan panas. Awan panas itu membakar sembilan warga yang memasuki Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat yang menyebabkan tujuh orang tewas.
Tujuh warga yang tewas itu adalah Karman Meliala (60), Irwansyah Sembiring, Nanin beru Sitepu (50), Leo Perangin-angin (25),Mulia Ginting (45), Ersada Ginting (55), Ibrahim Sembiring (51) yang keseluruhannya warga Desa Gamber.
Sedangkan dua warga lagi dalam kondisi kritis yakni cahaya Sembiring (57) dan Cahaya beru Tarigan (45) yang kini dirawat di RS Efarina Etaham di Berastagi akan diamputasi kakinya lantaran mengalami luka bakar yang cukup parah.
(mdk/cob)