Cegah Kerumunan di Tengah Lonjakan Covid-19, Gibran Turunkan 1.000 Lampion Imlek
Sedikitnya 1.000 lampion dan shio yang terpasang di halaman Balai Kota dan sekitar Pasar Gede Solo diturunkan sejak Selasa (15/2). Langkah ini dilakukan untuk menghindari kerumunan di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di kota itu.
Sedikitnya 1.000 lampion dan shio yang terpasang di halaman Balai Kota dan sekitar Pasar Gede Solo diturunkan sejak Selasa (15/2). Langkah ini dilakukan untuk menghindari kerumunan di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di kota itu.
"Sudah kita lepas semua, sekarang tidak ada lagi lampion," ujar Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Rabu (16/2).
"Untuk mengurangi kerumunan. Ini kan kasus Covid-19 sedang naik. Jadi kita copot semua," imbuhnya.
Akui Picu Kerumunan
Putra sulung Presiden Jokowi tak menampik jika 1.000 lampion itu telah menimbulkan kerumunan. Atas pertimbangan itu, lampion yang awalnya hanya dimatikan, kini telah dilepas semua.
"Cap Go Meh juga sudah selesai jadi semua lampion langsung kita turunkan," tandasnya.
Meski telah menimbulkan kerumunan, Gibran mengaku tidak mendapat teguran dari pemerintah pusat atau pimpinan di atasnya. "Nggak ada teguran dari atasan. Yang penting sudah kita lepas semua sekarang," kilahnya.
Sepekan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2573/2022, warga Tionghoa di Solo memang memasang berbagai pernak-pernik. Sedikitnya 1.000 lampion terpasang di beberapa titik, di antaranya di depan Pasar Gede, dan depan balai kota.
(mdk/yan)