Cegah hujan, hari ini 60 ton garam ditabur di langit
Modifikasi cuaca dilakukan dengan menabur garam di langit menggunakan Pesawat Hercules C-130 A-1323.
Untuk menangkal terjadinya hujan di wilayah Jakarta, hari ini masih dilakukan modifikasi cuaca dengan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) oleh BPPT bekerjasama dengan BNPB dan TNI Angkatan Udara. Modifikasi cuaca dilakukan dengan menabur garam di langit menggunakan Pesawat Hercules C-130 A-1323 yang diterbangkan oleh Captain Pilot Mayor Pnb Roni Armanto.
"TNI tentu saja sangat mendukung kegiatan kemanusiaan ini dengan mempersiapkan Pesawat Hercules C-130 yang memiliki daya angkut cukup besar untuk menyebarkan berton-ton garam dapur (Natrium Klorida) melalui udara yang hingga hari ini, Kamis hampir 60 ton garam dapur yang sudah ditabur," kata Kepala Penerangan Halim Perdanakusuma Mayor Gerardus Maliti dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Kamis (7/2).
Selain puluhan ton garam itu, masih ada sisa garam yang juga akan ditabur hari ini. "Serta empat ton garam dapur yang rencananya akan disebar atau disemai untuk penerbangan hari ini, di atas awan yang berpotensi ujan pada ketinggian 9000 feet," ujarnya.
Penaburan dilakukan dengan membawa lima belas orang potter atau penabur garam dapur. Penaburan juga didampingi dua orang ahli dari BPPT.
Sementara menurut Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Pembuatan Hujan Tri Handoko Seto, realisasi TMC ini berubah-ubah tergantung kondisi cuaca. Ada dua jenis teknik TMC yakni dengan kompetisi dan teknik mempercepat hujan di daerah sebelum masuk di wilayah Jakarta.
"Teknologi modifikasi cuaca ini harus memiliki tiga unsur yakni, pesawat, bahan semai dan flight scientist. Di samping menggunakan pesawat, BPPT juga memiliki sistem ground base generator yang terletak di daerah Puncak Jawa Barat," ujarnya.(mdk/has)