Cegah Covid-19 Meluas, Pemkot Pagaralam Tutup Sementara Semua Tempat Wisata
Penutupan berlangsung hingga batas yang tidak ditentukan. Pengelola dapat membuka kembali untuk umum jika zona menjadi kuning atau hijau seiring menurunnya kasus virus corona.
Pemerintah Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, menutup sementara seluruh tempat wisata. Kebijakan ini diambil karena status zona orange Covid-19. Padahal sebelumnya sudah berstatus zona kuning.
Sekretaris Daerah Pagaralam Samsul Bahri Burlian tak ingin virus corona semakin menyebar luas akibat kerumunan di berbagai tempat wisata. Dengan penutupan tempat wisata akan meminimalisir adanya pertemuan orang dengan orang di tempat yang ramai.
"Untuk sementara waktu, obyek wisata di Pagaralam ditutup untuk dikunjungi. Ini karena perubahan zona dan arahan Kapolda Sumsel," ungkap Samsul, Selasa (18/5).
Penutupan berlangsung hingga batas yang tidak ditentukan. Pengelola dapat membuka kembali untuk umum jika zona menjadi kuning atau hijau seiring menurunnya kasus virus corona.
"Akan kita buka kembali bila situasi dan kondisi telah mendukung," kata dia.
Samsul menyebut saat ini terdapat tujuh kasus Covid-19 yang semuanya menjalani isolasi mandiri. Dari jumlah itu, lima pasien diantaranya terjangkit seusai Idul Fitri yang tinggal di perkotaan.
"Belum dapat dipastikan karena pemudik atau bukan, karena Pagaralam sangat terbatas," kata dia.
Diketahui, Pagaralam menjadi salah satu daerah di Sumsel yang menjadi sasaran wisatawan berlibur. Di sana terdapat wisata Gunung Dempo, Kebun Teh, Tangga Seribu, Tugu Bunga, Dempo Magnet, Dempo Park, Hutan Bambu, Danau Merah, Danau Tebat Gheban, puluhan air terjun, dan beragam wisata alam lain.
Baca juga:
Cek Syarat untuk Bisa Bermain di Ancol, Melanggar Siap-Siap Kena Sanksi
Ini Syarat Terbaru Berkunjung ke Ragunan Hingga 30 Mei 2021
Ancol Kembali Dibuka, Ini Syarat Terbaru Bagi Calon Pengunjung
Pengelola Wisata yang Langgar Protokol Kesehatan Dipertimbangkan untuk Dipidana
Gubernur Wahidin Tetap Tutup Lokasi Wisata di Banten Meski Diprotes Pedagang
Wali Kota Soal Kerumunan di Bandung Zoo: Masyarakat Susah Dikendalikan