Cegah bentrok susulan, Polri telah pertemukan FPI dan GMBI
Cegah bentrok susulan, Polri telah pertemukan FPI dan GMBI. "Kapolres Bogor melakukan upaya dengan muspida dengan tokoh-tokoh supaya disikapi dengan baik dan bijaksana. Kemudian sorenya kita kumpulkan kelompok tokoh masyarakat forkompimda dan dua pihak yang bertikai untuk tidak terjadi lagi," kata Brigjen Rikwanto.
Sebanyak tiga markas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) diserang sekelompok orang. Belakangan diketahui penyerangan dilakukan anggota ormas Front Pembela Islam (FPI). Polisi tengah memeriksa 20 anggota FPI yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran markas GMBI.
Kabagpenum Polri, Brigjen Rikwanto, mengatakan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah Bogor telah menggelar pertemuan dengan kedua belah pihak yang bertikai. Tujuannya mencegah potensi bentrokan susulan.
"Jadi setelah kejadian, paginya Kapolres Bogor melakukan upaya dengan muspida dengan tokoh-tokoh supaya disikapi dengan baik dan bijaksana. Kemudian sorenya kita kumpulkan kelompok tokoh masyarakat forkompimda dan dua pihak yang bertikai untuk tidak terjadi lagi," kata Rikwanto di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (14/1).
Pasca insiden tersebut, muncul desakan agar Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dicopot. Alasannya, karena Anton menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).
Rikwanto menuturkan desakan tersebut merupakan bentuk ketidakpuasan dari pihak yang bertikai. Dia menilai pendapat tersebut hal wajar.
"Ya silakan, itu wujud ketidakpuasan, wujud pendapat, boleh-boleh saja menyampaikan hal tersebut. Polri dari Mabes juga melakukan investigasi terkait yang terjadi di Jawa Barat," pungkasnya.
Baca juga:
Rusak markas GMBI, FPI bikin Kapolda Jabar geram
Mengenal GMBI, Ormas binaan Kapolda yang laporkan Samad & Kang Emil
Cerita FPI serang 3 markas GMBI karena termakan informasi hoax