Catherine Pandjaitan: Saya maafkan yang membunuh Papa
Putri Mayjen TNI Anumerta Donal Isaac (DI) Pandjaitan, Catherine Pandjaitan menyatakan telah rekonsiliasi dengan pihak yang terlibat penembakan ayahnya dalam peristiwa G30S. Namun kepingan sejarah itu masih membekas dalam ingatannya.
Putri Mayjen TNI Anumerta Donal Isaac (DI) Pandjaitan, Catherine Pandjaitan menyatakan telah rekonsiliasi dengan pihak yang terlibat penembakan ayahnya dalam peristiwa G30S. Namun kepingan sejarah itu masih membekas dalam ingatannya.
Catherine turut menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Minggu (1/10).
"Sejarah itu tidak akan kita lupakan, itu sejarah. Saya maafin yang membunuh, enggak ada gunanya. Kamu bayangin saja gimana neraka. Liat maling digebukin saja enggak tega, kita suka bilang stop stop berenti," ujar Catherine usai upacara.
Catherine mengakui telah berdamai dengan masa lalunya. Sebab, menurutnya masa depan bangsa lebih penting daripada harus terus menerus meributkan peristiwa lampau.
"Bangsa lain udah maju deh, kita fokus. Rakyat Indonesia dari sini sana masih banyak yang susah. Kasihan banyak anak-anak yang lain tidak mampu. Saya sendiri sedih lho," tuturnya.
Ia mengatakan telah bertemu dengan keluarga yang terkait peristiwa G30S sejak lama. Permintaan maaf mereka telah dia terima sejak lama.
"Aku udah gandengan tangan sama anaknya Njoto, sama Ilham juga udah," tuturnya.
Baca juga:
Mendikbud siap gandeng ahli sejarah produksi film G30S versi milenial
Tommy Soeharto setuju film G30S versi milenial asal tak ubah sejarah
Mendikbud: Film G30S belum layak ditonton anak-anak
Menko Polhukam: Jangan peristiwa G30S jadi komoditas buat Pilpres
Jokowi: Jangan sampai sejarah kelam PKI terulang