LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cara unik warga Pattingaloang, Makassar rayakan HUT RI dengan bakar ikan bersama

Haji Amin, (52), sebagai penggagas memberi tema bakar ikan bersama ini 'sengkaki nganre juku' yang artinya mari singgah makan ikan dikemas. Dia menceritakan, kegiatan itu sengaja dibuat agar tercipta kebersamaan dan persatuan warga khususnya anak-anak muda.

2018-08-17 19:33:00
Cerita Unik
Advertisement

Kurang lebih 500 kepala keluarga di Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, kompak menggelar acara bakar dan makan ikan bersama dalam rangka memeriahkan HUT ke 73 RI. Agar acara lebih semarak alunan musik dangdut diputar.

Ramai, seru, asyik, kompak, bergembira bersama. Mereka sudah bersiap-siap sejak pagi Bakar dan makan ikan bersama ini tidak hanya diramaikan warga setempat. Kerabat dari jauh berdatangan.

Agar santapan siang jadi lebih nikmat, kaum ibu juga menyiapkan nasi, sayur dan lauk lainnya. Seperti makanan khas Makassar, racca-racca taipa atau buah mangga yang dicacah plus telur ikan terbang dan peco-peco ladang atau sambel ulek yang dicampur kacang tanah halus.

Advertisement

Kegiatan ini sudah belasan kali dijalani warga. Untuk dana, warga Barukang Community Bakar Ikan urunana bersama.

"Saya warga Barukang juga yang merantau ke Kabupaten Serui, Papua tapi tiap tahun balik ke Makassar khususnya demi acara bakar-bakar ikan tiap tanggal 17. Ramai dan saya suka kebersamaannya," kata Masrah, (47).

Advertisement

Haji Amin, (52), sebagai penggagas memberi tema bakar ikan bersama ini 'sengkaki nganre juku' yang artinya mari singgah makan ikan dikemas. Dia menceritakan, kegiatan itu sengaja dibuat agar tercipta kebersamaan dan persatuan warga khususnya anak-anak muda.

"12 tahun silam itu banyak anak-anak lorong yang saling bermusuhan. Ide ini akhirnya muncul untuk mengurangi perselisihan anak lorong. Dan Alhamdulillah karena ini rutin tiap tahun di tanggal 17 Agustus digelar, gap atau celah antar anak lorong sudah tidak ada lagi," tutur Haji Amin.

Saat ini, kata Haji Amin, para pemuda antar lorong sudah kompak, mereka bahu membahu, kerjasama dan saling menyantuni.

Dia menambahkan, di tahun-tahun pertama, hanya beberapa kepala keluarga saja yang bakar-bakar ikan meramaikan perayaan HUT RI tiap 17 Agustus. Ditambah berbagai lomba dan permainan yang dikelola pemuda tapi lambat laun kegiatan ini kian meriah.

"Dulu hanya beberapa kepala keluarga saja yang bakar ikan di halaman rumahnya. Setelah kami diskusikan dengan tokoh-tokoh masyarakat akhirnya kita dapat dukungan, disepakati membuat kegiatan ini lebih besar lagi. Sepakatlah warga Jl Barukang 1, Jl Barukang 2 dan Bolu untuk kompak. Terlihatlah seperti ini, hampir semua lorong, warganya bakar ikan bersama keluarganya masing-masing atau tamu-tamunya dan semuanya swadaya," kata Haji Amin.

Dipilih pesta rakyatnya dengan bakar-bakar ikan, tambah Haji Amin, karena mudah didampatkan lantaran rata-rata warga bekerja sebagai nelayan ataupun pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere.

"Selain itu karena ikan juga lebih bagus dikonsumsi dari pada lainnya. Lebih sehat," ujar Haji Amin.

Baca juga:
Pesan Amien Rais di HUT kemerdekaan RI: Jadilah pemimpin jujur
Menteri Susi minta masyarakat rayakan HUT RI dengan jaga laut
Warga takjub lihat atraksi Sukhoi dan F-16 di langit Jakarta
HUT RI di markas PDIP dipenuhi pujian untuk kepemimpinan Jokowi
HUT RI, pengunjung padati Seaworld di Ancol
Rayakan HUT RI Ke-73 , Kemenpora gelar upacara bernuansa adat daerah
HUT ke-73 RI, bendera merah putih berkibar di Freeport

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.