Cara Presiden SBY hemat energi di Istana Negara
Penerangan di dalam Istana Negara yang biasanya terang benderang kini tampak redup.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menepati ucapannya. Usai berpidato tentang gerakan penghematan energi nasional, SBY langsung mempraktikkannya.
Pantauan merdeka.com, Rabu (30/5), penerangan di dalam Istana Negara yang biasanya terang benderang kini tampak redup. Sebagian lampu terlihat masih padam. Hanya beberapa lampu saja dihidupkan. Padahal, jika sedang ada acara Istana Negara selalu terang-benderang.
Seperti saat acara serah terima laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Presiden di Istana Negara. Pencahayaan di dalam ruangan tidak hanya mengandalkan sinar lampu, tapi juga cahaya matahari masuk melalui kaca.
"Berbeda dengan hari sebelumnya, sudah banyak lampu yang kita padamkan. Kalau berkeliling melihat kompleks ini, sudah hampir separuh mungkin yang biasa kita hidupkan, tidak kita hidupkan," kata Presiden SBY pada acara penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2011 di Istana Negara, Rabu (30/5).
Selain itu, pendingin udara yang terletak di dalam ruangan jauh sebelumnya terasa begitu dingin. Kini, suhu di dalam ruangan tidak sedingin sebelumnya.
Langkah SBY ini sebagai bentuk untuk menghemat energi. Tidak hanya di lingkungan Istana, presiden juga menginstruksikan seluruh kementerian untuk berhemat.
Karena itu, mulai sekarang ayo hemat energi.