Cara KNKT baca black box Sukhoi
Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Proses pembacaan data cockpit voice recorder (CVR) membutuhkan w
Cockpit voice recorder (CVR) milik Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak telah berada di laboratorium Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diteliti. Sejumlah tahapan dan proses akan dilakukan untuk membaca data tersebut. Apa saja?
Kepala Tim Laboratorium KNKT Budi Nugroho menjelaskan, pihaknya akan mengurai terlebih dahulu CVR tersebut. "Memang tampaknya hitam, tapi ada sesuatu di sini, memori yang dilindungi terhadap temperatur, tekanan, dan air," ujar Budi di di laboratorium KNKT, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (16/5).
Yang terlihat hitam tersebut, lanjut Budi, adalah bagian dari black box saja. Sedangkan memorinya masih terlindungi. "Proses pembacaanya, ini (memori) kita ambil, kita lepas, kita pindahkan dengan alat khusus, nanti kita download di sini. Nanti kita dapatkan datanya," jelasnya.
Karena CVR tersebut milik pesawat Sukhoi, kita butuh bantuan KNKT Rusia untuk menerjemahkannya. "Yang bisa kita tangkap, adalah komunikasi pilot dengan tower yang menggunakan dengan bahasa inggris, nah itu kita sama-sama untuk pembicaraan," ujar Budi.
Dia menjelaskan, sebelum tahun 2009, Indonesia tidak memiliki alat pembaca black box sehingga pembacaan data harus dilakukan di luar negeri, terutama di negara produsen pesawat tersebut. "Tapi sekarang kita lakukan semua di Indonesia," tukasnya.
Jika proses lancar, pembacaan data bisa dilakukan dalam waktu sepekan. Namun, hasilnya tidak boleh diungkap kepada publik. "Tidak boleh dipublish karena sudah ada aturan internasional. Jadi tolong digarisbawahi bahwa kecelakaan pesawat tidak sama dengan kecelakaan motor, mobil dan kereta," tegasnya.(mdk/bal)