LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Calon ketum baru Golkar, antara restu Jokowi vs Munas Bali

Kemungkinan besar pertarungan di Munaslub nanti antara restu Jokowi vs Munas Bali. Jika kader sepakat calon ketua umum baru mengacu perolehan suara saat Munas Bali, maka peluang Airlangga tipis. Sebaliknya, jika dasar pencalonan karena restu Jokowi, maka yang paling berpeluang menang adalah Airlangga.

2017-12-02 18:04:00
Munaslub Golkar
Advertisement

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio memprediksi pertarungan calon ketua umum baru Partai Golkar di Musyawarah Nasional Luar Biasa akan terjadi antara tokoh yang mendapat restu Presiden Joko Widodo dan Munaslub Bali pada 2016. Adapun nama-nama yang pernah bertarung di Munaslub Bali yakni Ade Komarudin (Akom), Aziz Syamsudin, Syahrul Yasin Limpo, Setya Novanto dan Airlangga Hartarto.

"Kemungkinan besar pertarungan di Munaslub nanti antara restu Jokowi vs Munas Bali," kata Hendri dalam diskusi di Resto Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (2/12).

Belakangan, nama Airlangga digadang-gadang menjadi kandidat kuat ketum baru Golkar. Airlangga disebut telah mengantongi restu Jokowi. Bahkan, Airlangga mengajak beberapa DPD I Golkar untuk bertemu Jokowi dan meminta restu.

Advertisement

Namun jika kader sepakat calon ketua umum baru mengacu perolehan suara saat Munas Bali tahun lalu, maka peluang Airlangga menjadi tipis. Sebab, perolehan suara Airlangga berada di urutan terendah dibandingkan calon lain.

"Apapun itu, suara 14 yang dimiliki Airlangga Hartanto di munas bali itu sangat jauh ketimbang perolehan suara Akom, Aziz dan Syarul Limpo," terangnya.

Sebaliknya, jika dasar pencalonan karena restu Jokowi, maka yang paling berpeluang menang adalah Airlangga. Hendri pun yakin Airlangga akan terpilih secara aklamasi.

Advertisement

"Tapi kalau kemudian akar rumput mengatakan kita pilih yang normal, bisa jadi nama lain disebut. Harus hati-hati Pak Airlangga ini. Karena kalau tidak salah suaranya cuma 14 waktu di Bali dan ini jauh dari yang lain-lain," ujarnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.