Calon kepala daerah PDIP diuntungkan faktor 'brand' yang kuat
Meski demikian untuk menang di pilkada para calon juga harus melakukan pemasaran pribadi sebagai calon kepala daerah.
Sebagai partai kader yang mempunyai ideologi dan kepemimpinan yang kuat, PDIP dinilai memberi modal besar kepada calon kepala daerah untuk bertarung di pilkada. Selain faktor brand yang jelas, dua faktor lain yaitu penempatan diri (positioning) dan kemampuan membedakan diri dari parpol-parpol pesaing (differentiation), menjadi modal kuat bagi calon kepala daerah untuk menyusun Pemasaran Strategis (Strategic Marketing).
Hal itu diungkapkan Hermawan Kertajaya dari Markplus saat membekali para calon kepala daerah dari PDIP dengan materi Pemasaran Politik (Political Marketing) di Sekolah Partai calon kepala daerah/wakil kepala daerah PDIP, di Depok (8/9).
"PDI Perjuangan sebagai partai ideologis secara tegas memposisikan dirinya sebagai partai rakyat, partai yang mengabdikan dirinya untuk mewujudkan kebahagiaan hatinya rakyat. Bukan itu saja, nilai-nilai sebagai orientasi yang hendak dituju juga jelas karena Pancasila secara serius digunakan PDIP sebagai bintang penuntun dalam pemerintahan," katanya.
Meski demikian, kata Hermawan, untuk menang di pilkada para calon juga harus melakukan pemasaran pribadi sebagai calon kepala daerah.
"Tantangannya bagaimana agar calon yang popular (dikenal) akhirnya benar-benar dipilih. Dalam pemasaran politik, kandidat harus mampu menciptakan pendukung yang mau membela dan mengadvokasi orang lain memilih jagoannya," katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Partai, Komarudin Watubun menegaskan PDIP akan serius memeriksa rekam jejak dan citra calon yang akan diusungnya.
"Yang berpotensi bermasalah, yang sedang berperkara hukum apalagi yang sudah tersangka akan tidak mendapat rekomendasi," kata Komarudin.
Sekretaris Sekolah Partai, Eva Kusuma Sundari menjelaskan untuk menggenapi materi 'political marketing' para calon kepala daerah juga akan diberikan materi 'branding strategy', 'kampanye efektif' dan 'membaca riset' oleh narasumber dari kalangan profesional.(mdk/dan)