Calon bupati di Jateng minta pelaris di Kemukus
Seorang pekerja PSK, Ti mengatakan, sering dibooking oleh tamu-tamunya.
Obyek wisata Gunung Kemukus di Sragen, Jawa Tengah, hingga saat ini masih menjadi tempat jujukan favorit bagi berbagai kalangan masyarakat yang ingin meminta kekayaan rezeki hingga panjang umur. Tak jarang, para pejabat baik di tingkat nasional maupun daerah pun menyambangi tempat ini untuk melanggengkan kekuasaannya.
Seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial Ti, yang mangkal di warung remang-remang Gunung Kemukus pun menceritakan sepak terjang para tamunya tersebut.
Ti lantas mengatakan, dia sering dibooking oleh tamu-tamunya yang berasal dari kalangan pejabat negara seperti calon bupati yang baru saja memenangkan pemilihan kepala daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
"Jadi ada tamu saya yang mengaku dari Bandung kemudian wilayah Jatim dan Jateng. Setelah saya ngobrol-ngobrol sama dia eh ternyata dia itu calon bupati. Salah satunya dari lokalan sini (Jateng)," kata dia kepada merdeka.com, Senin (24/11).
Dia menjelaskan, setiap diajak ritual seks oleh pejabat yang bersangkutan, dia selalu mendapatkan uang cukup besar.
"Saya lihat orang-orang pejabat datang ke sini habis begituan kasih uang ke saya kurang lebih Rp 500 ribu," ungkap perempuan berparas manis berusia 20 tahun tersebut, sembari menambahkan bahwa setiap hari dia sering melihat pejabat daerah selalu datang ke lembah 'esek-esek' tersebut.
Hal senada diungkapkan kuncen makam Pangeran Samudro, Dwi Margono. Dia mengatakan, sudah tak terhitung jumlahnya calon bupati dan wali kota yang datang berziarah ke Gunung Kemukus.
"Mereka sering ngasih sesembahan ke sini. Ya selametan karena sudah diberi keberhasilan," kata Gus Dwi.
Di luar itu, kata Gus Dwi, masih ada ribuan pengunjung yang memadati lereng Kemukus apabila Malam 1 Suro, Jumat Kliwon maupun hari-hari keramat tiba. Misalnya pada malam Jumat Pon kemarin, aula di samping malam Pangeran Samudro ramai didatangi orang untuk tirakatan hingga penuh sesak.
Terkadang, turis luar negeri juga menyambangi tempat tersebut. "Tapi mereka cenderung penasaran dengan apa yang dikabarkan selama ini. Mereka kan belum lazim melihat orang Indonesia nyembah-nyembah makam lalu berbuat begini begitu. Jadi mereka datang untuk melihat sendiri," terang Gus Dwi.
Sampai sekarang, sudah tidak terhitung jumlahnya peziarah asing yang datang. Turis-turis yang penasaran dengan perilaku menyimpang di Gunung Kemukus berasal dari Venezuela, New Zealand, Belanda, Suriname, Malaysia, Brunei Darusalam hingga Brasil.(mdk/gib)