Calon Bupati Aceh Besar janji ganti kerjaan para petani ganja
Kabupaten Aceh Besar merupakan daerah subur dengan tanaman ganja. Bahkan, Aceh Besar dikenal dengan penyuplai daun yang diharamkan oleh pemerintah. Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati (Paslon Cagub-Cawabup) Aceh Besar, Mawardi Ali-Tgk H Husaini A Wahab berjanji akan mengalihkan mata pencaharian petani ganja.
Kabupaten Aceh Besar merupakan daerah subur dengan tanaman ganja. Bahkan, Aceh Besar dikenal dengan penyuplai daun yang diharamkan oleh pemerintah. Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati (Paslon Cagub-Cawabup) Aceh Besar, Mawardi Ali-Tgk H Husaini A Wahab berjanji akan mengalihkan mata pencaharian petani ganja.
Selama ini ada banyak warga berprofesi menjadi petani ganja. Seperti banyak terdapat di Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Muntasik dan sejumlah kawasan lainnya. Banyak warga setempat menjadi petani ganja, hanya menerima upah dari cukong pemilik barang haram itu.
Mawardi Ali mengutarakan, untuk pengalihan mata pencaharian petani ganja ke komoditi produktif lainnya butuh penanganan khusus. Program ekonomi yang direncanakan, Mamawardi meyakini bisa mengalihkan mata pencaharian mereka.
"Harus dialihkan mata pencaharian mereka. Kita akui Aceh Besar banyak terlibat narkoba," kata Mawardi Ali di Banda Aceh, Sabtu (11/2).
Salah satu cara mengalihkan mata pencaharian mereka, sebutnya, dengan membangun pemberdayaan ekonomi rakyat (PER) berbasiskan mukim. Setiap mukim nantinya akan ada komoditi unggulan. Baik itu komoditi pertanian, perkebunan, perikanan, kuliner dan sejumlah potensi lainnya di mukim masing-masing.
"Satu mukim satu komoditas unggulan, ini konsep pemberdayaan ekonomi kita," jelasnya.
Dia mencontohkan, di Kecamatan Kreung Raya, Aceh Besar memiliki potensi ikan teri. Selama ini, potensi itu tidak dikembangkan dengan baik. Padahal ikan teri di Kreung Raya termasuk memiliki kualitas yang baik.
"Lain lagi di Lamnga, Aceh Besar itu ada potensi lahan garam yang besar. Paska tsunami itu tidak diproduksi lagi, kenapa tidak kita kembangkan nantinya dan tentunya bisa memberantas kemiskinan," jelasnya.
Menurut Mawardi, angka kemiskinan di Aceh Besar selama ini mencapai 16,88 persen tahun 2016. Meskipun, dia akui, dihitung sejak 2012 lalu sebesar 18.00 persen angka kemiskinan, sudah terjadi penurunan yang signifikan.
"Dengan adanya program satu mukim satu komoditi unggulan bisa terus menurunkan angka kemiskinan di Aceh Besar," tukasnya.
Di samping itu, persoalan sampah di Aceh Besar harus ada program prioritas untuk penanganannya. Bahkan, dia mengaku dari sekarang sudah mulai bekerja untuk membersihkan sampah yang bertebaran di Aceh Besar.
"Mulai sekarang ada 6 truk relawan kita sudah mulai mengangkut sampah. Karena Aceh Besar itu darurat sampah," kata Mawardi Ali.
Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati ini juga berjanji akan membuat bank sampah di setiap kecamatan. Diharapkan, bank sampah itu bisa produktif dan bisa mendatangkan pendapatan warga setempat. Tentunya, permasalahan sampah selama ini tidak tertangani bisa diselesaikan dengan baik.
Selain itu, agar petugas kebersihan bisa bekerja maksimal dalam membersihkan sampah. Mawardi Ali akan menambah petugas kebersihan dan memberikan insentif selain gaji pokok yang diterima oleh petugas tersebut. Namun, Mawardi tidak menjelaskan jumlah gaji dan insentif yang akan diberikan.
"Dengan ada insentif ini, mereka bisa bekerja maksimal, sayang kan mereka bekerja kotor-kotor kalau dapat upah murah," jelasnya.
Menurut Mawardi Ali, setiap hari sampah yang dihasilkan di Aceh Besar sebanyak 60 ton per hari. Sampah tersebut, nantinya akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Blang Bintang, Aceh Besar. Ada sekitar 200 hektar lebih lahan TPA yang dikelola dengan teknologi dan pengelolaan yang baik.
"Ini juga kita akan kerjasama dengan Kota Banda Aceh. TPA di Blang Bintang itu pengelolaan sudah bagus, tinggal kita kembangkan dan aktifkan nantinya," terangnya.(mdk/ang)