Caleg Golkar Sragen Tewas Misterius, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas
Salah seorang Caleg Partai Golkar Kabupaten Sragen, Sugimin (52) ditemukan tewas di pinggir jalan, tak jauh dari SMP Negeri 1 Wonogiri, Selasa (16/4) dini hari. Hingga saat ini belum diketahui penyebab kematian warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Masaran, Sragen itu.
Salah seorang Caleg Partai Golkar Kabupaten Sragen, Sugimin (52) ditemukan tewas di pinggir jalan, tak jauh dari SMP Negeri 1 Wonogiri, Selasa (16/4) dini hari. Hingga saat ini belum diketahui penyebab kematian warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Masaran, Sragen itu.
Kematian tragis anggota DPRD Fraksi Partai Golkar itu masih menyisakan tanda tanya. Menantu korban, Dwi Astuti (27) mengaku sudah sepekan terakhir tidak bertemu maupun berhubungan melalui telepon dengan mertuanya. Apalagi selama ini ia lebih sering berada di Jakarta.
"Saya sudah seminggu ini enggak kontak sama bapak. Beliau tidak berpesan apa-apa. Tadi malam saya dikontak pak RT, disuruh pulang. Ternyata sampai rumah baru dikabari kalau Bapak sudah enggak ada," ujarnya.
Menurut Dwi, selama sepekan terakhir, mertuanya itu tidak memberitahukan keberadaannya kepada keluarga. Ayah mertuanya tersebut, kata Dwi, dikenal sebagai pribadi yang baik dan penyayang di mata keluarga.
Ketua DPD Golkar Agus Facthur Rahman mengaku sangat kehilangan korban. Bagi mantan bupati Sragen ini, Sugimin merupakan kader partai yang tangguh dan pemberani.
"Kami meminta kepada aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus dan motif kematiannya. Hal ini agar tidak menimbulkan spekulasi yg negatif," katanya.
Pernyataan senada dikemukakan Ketua Fraksi Golkar Sragen, Bambang Widjo Purwanto. Ia mengaku sempat bersama korban saat kunjungan kerja di Surabaya Rabu pekan lalu. Bambang menilai kematian Sugimin tidak wajar. Apalagi disaat kejadian, tidak ada agenda partai di Wonogiri. Namun Sugimin mengenakan seragam batik partai.
"Kami meminta pihak berwajib mengusut tuntas. Saya menilai ada kejanggalan pada kematian Sugimin," katanya.
Sementara itu jenazah Sugimin baru tiba di rumah duka pukul 18.20 WIB setelah dibawa dari RSUD dr Moewardi Solo. Ratusan pelayat ikut larut dalam suasana duka. Di antaranya, sejumlah anggota DPRD, Ketua DPD Golkar, Sekretaris Daerah(Sekda) dan Bupati Sragen. Sugimin wafat meninggalkan seorang istri bernama Nurlela, dan dua anaknya Deny Giankurniawan dan Tasya.
Baca juga:
Diduga Dirampok, Caleg Partai Golkar Sragen Ditemukan Tewas di Wonogiri
Polisi Sebut 2 Mayat Dalam Karung di Pandeglang Korban Pembunuhan Berencana
Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembuang Mayat Dalam Karung, 4 Pelaku Utama Masih Diburu
Polisi Jelaskan Bagian Tubuh Mayat Dalam Koper Ditemukan di Kediri
Satu Pelaku Mutilasi Mayat Dalam Koper Berjualan Nasi Goreng Selama Kabur ke Kediri
Dua Pelaku Mutilasi Mayat Dalam Koper Secara Bergantian