LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cak Nun minta Bupati Purwakarta tak henti kembangkan budaya sunda

"Tanaman di tanah sunda tidak bisa di tanah Arab, maka orang sunda jangan disuruh jadi orang arab," ujar Cak Nun.

2015-12-12 21:08:00
Bupati Purwakarta vs FPI
Advertisement

Tudingan sekelompok ormas Islam yang menyebutkan Kabupaten Purwakarta, sebagai daerah yang krisis aqidah dan dipimpin oleh seorang Bupati yang sesat serta sebagai pelaku kemusyrikan, menjadi catatan tersendiri bagi Budayawan sekaligus Kyai asal Jombang, Jawa Timur Emha Ainun Najib alias Cak Nun.

Cak nun berpendapat jika tuduhan itu seharusnya disikapi dengan rasa syukur dan menjadikan masyarakat Purwakarta merasa senang. Karena dengan tuduhan itu masyarakat Purwakarta bisa bersikap lebih bijak dan merasa diri sudah benar.

Cak Nun juga berpendapat, ketika seseorang yang merasa dirinya sesat, maka akan berusaha untuk lebih memperbaiki jalan hidup demi mendapatkan kebaikan agar lebih dekat dengan Tuhan.

"Harusnya masyarakat Purwakarta bersyukur jika daerahnya dituduh sebagai darurat aqidah dan dipimpin oleh seorang pemimpin yang syirik. Karena kalau merasa diri sebagai orang sesat, akan berusaha meminta jalan yang lurus kepada Allah, seperti yang dilakukan dalam Shalat," kata Cak Nun saat mengisi ceramah keagamaan di Pendopo Kabupaten Purwakarta, Sabtu (12/12).

Selain itu menurut Cak Nun, dirinya juga merasa gembira dengan tudingan sekelompok ormas islam yang menuding Purwakarta dalam keadaan darurat aqidah.

"Saya gembira, Purwakarta disebut darurat aqidah. Karena saya lihat daerah ini sebagai daerah yang paling penting dengan aqidah," tambah Cak Nun.

Cak Nun juga meminta Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi agar tidak berhenti untuk mengembangkan kebudayaan Sunda. "Tanaman di tanah sunda tidak bisa di tanah Arab, maka orang sunda jangan disuruh jadi orang Arab, itu syariat Allah. Maka orang sunda tetap jadi orang sunda," ujar Cak Nun.

Disinggung mengenai pernyataan Habib Rizieq Shihab, yang menyebutkan jika Bupati Dedi Mulyadi, sebagai sosok pelaku penyimpangan agama, dan berusaha membawa masyarakatnya dalam perilaku syirik. Cak Nun menilai pihak yang melontarkan tuduhan itu bisa bersikap bijak lagi, karena budaya dan agama selalu memiliki hubungan yang sangat erat.

"Islam dan budaya keduanya saling menyokong, Islam dapat dilaksanakan secara kaffah, apa tidak sadar bahwa masjid, sajadah baju merupakan produk budaya. Soal patung yang saya tahu hanya ada dua patung yang tidak jelas - jelas berhala, yaitu latta dan uza, dan kalau bukan Allah atau Nabi yang ngomong biarkan saja," ujarnya.

Sementara, menanggapi perkawinan Dedi Mulyadi yang menikahi Nyai Ratu Kidul, Cak Nun meminta agar kebenarannya diadasari dengan fakta, sehingga tidak menjurus sebagai fitnah. "Harus jelas dulu kebenarannya, jangan sampai menjadi fitnah," katanya.(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.