Cak Imin Sentil Program Kampus Merdeka Nadiem
"Kita apresiasi, tapi yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kualitas masyarakat paling bawah dengan kapasitas paling tinggi terbanyak ini paling tinggi lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah," tegasnya.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, menyentil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim dan program Kampus Merdeka. Menurut politikus yang akrab disapa Cak Imin, program tersebut baik, namun yang perlu diperhatikan adalah kualitas pendidikan masyarakat paling bawah.
Cak Imin awalnya memberikan apresiasi terhadap program Kampus Merdeka tersebut sebagai alternatif baru. Ia memahami tujuan program tersebut bagus supaya kapasitas intelektual dan kemampuan skill tidak terjadi jurang yang lebar.
"Kalau Menteri Nadiem ini sekarang mencoba memberi alternatif baru dengan kampus merdeka misalnya," ujar Cak Imin dalam pidato kebangsaan yang digelar CSIS Indonesia secara virtual, Kamis (19/8).
"Kita apresiasi, tapi yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kualitas masyarakat paling bawah dengan kapasitas paling tinggi terbanyak ini paling tinggi lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah," tegasnya.
Selain masalah pendidikan di masyarakat paling bawah, ada juga masalah lulusan sarjana yang tidak memiliki kompetensi memadai.
Cak Imin mengakui untuk melakukan percepatan mengejar di bidang pendidikan merupakan hal yang sulit bagi pemerintah.
Namun, Wakil Ketua DPR RI ini meminta ada langkah yang luar biasa untuk memutus realitas pendidikan hari ini.
"Ini perlu langkah-langkah yang bukan saja business as usual, biasa-biasa saja tapi harus ada langkah-langkah yang benar-benar bisa memutus mata rantai berkepanjangan dari realitas pendidikan kita. Realitas kapasitas sumber daya manusia kita," ujar Cak Imin.
Baca juga:
Nadiem Ajak Mahasiswa Baru Unnes Ikut Program Kampus Merdeka
Jokowi Minta Kampus Menyiapkan Mahasiswa Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan
Jokowi Minta Perguruan Tinggi Tua Lakukan Peremajaan Agar Tetap Tangguh & Kompetitif
USU Jadi Klaster 1 Peringkat Perguruan Tinggi di Indonesia, Dapat Apresiasi Mendikbud
20 Ribu Orang Ditargetkan Ikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Kampus Ruang Diskusi, Pendidikan Militer Belum Urgensi