Cagar Alam Kersik Luway di Kutai Barat Terbakar, Anggrek Langka Ikut Musnah
Kebakaran hutan dan lahan menghabisi kawasan Sekolaq Darat, di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Api semakin meluas ke Cagar Alam Kersik Luway. Habitat tanaman anggrek langka di dunia pun ikut musnah.
Kebakaran hutan dan lahan menghabisi kawasan Sekolaq Darat, di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Api semakin meluas ke Cagar Alam Kersik Luway. Habitat tanaman anggrek langka di dunia pun ikut musnah.
Kebakaran di kawasan Sekolaq Darat sudah terjadi sepekan ini. Hingga akhirnya meluas dan masuk kawasan Kersik Luway. Petugas pemadam gabungan yang berjibaku, kewalahan memblokade api disertai hembusan angin kencang. Ditambah lagi, akses jalan dan minimnya sumber air.
"Angin kencang di lokasi, dan api di titik sana sini. Tim masih di lokasi. Sudah lebih 100 hektare yang terbakar (mulai dari luar sampai masuk kawasan Kersik Luway)," kata Kasi Rekonstruksi BPBD Kabupaten Kutai Barat Seldas Limbong, dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (22/9) malam.
Kawasan habitat anggrek di Kersik Luway, terbagi menjadi semacam 4 pulau kawasan. Api terus merembet masuk ke pulau kawasan itu. "Saat ini, pulau dua yang berisi anggrek sudah dimasuki api," ujar Seldas.
Kondisi di lapangan sangat sulit, ditambah cuaca yang panas, dan angin sangat kencang. Anggota BPBD terus berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan anggrek.
Namun demikian, meski sudah dengan perjuangan yang sangat melelahkan, tanaman anggrek langka di Kersik Luway itu pun ikut musnah terbakar.
"Spesies anggrek di Kersik Luway dari 4 pulau, tersisa 1 pulau," ungkap Seldas.
"Dari siang tadi, sampai malam ini, karena akses sulit, menunggu api yang mendekat ke pulau yang tersisa. Jadi, dari pulau 4,3 dan 2, tanaman anggrek terbakar. Sisa satu pulau yang belum. Semoga personel di lapangan tetap fit," demikian Seldas.
Untuk diketahui, Taman Nasional Kersik Luway, merupakan cagar alam seluas 17,5 hektare di kecamatan Sekolaq Darat, Kutai Barat, sejak tahun 1982 silam. Di Kersik Luway, kaya tanaman anggrek hingga 72 jenis. Termasuk, jenis anggrek endemik yang paling populer di Kersik Luway, adalah anggrek hitam (Coelogyne Pandurata).
Baca juga:
Cari Udara Segar, Warga Palangka Raya Pergi ke Luar Kalteng
Cari Udara Segar, Warga Palangka Raya Pergi ke Luar Kalteng
Penerbangan di Samarinda Kembali Normal usai Dikepung Kabut Asap
Karhutla di Kutai Barat Meluas ke Cagar Alam Kersik Luway, Habitat Anggrek Terancam
Teknologi Modifikasi Cuaca Mampu Turunkan Hujan di Palangkaraya
Derita Malaysia dan Singapura 'Diserang' Kabut Asap dari Indonesia
3 Pembakar Lahan di Kutai Barat Ditangkap, Polisi Amankan Korek dan Parang