Cabut benih padi di sawah, petani di Klaten tewas tersambar petir
Cabut benih padi di sawah, petani di Klaten tewas tersambar petir. Sejumlah saksi menyebutkan, korban nekat bekerja di sawah saat mendung menggelayut dan dibarengi petir yang menyambar. Korban juga tak bergeming saat saat ketiga rekannya memilih meninggalkan sawah untuk berlindung.
Nasib nahas dialami Ruwiyanto, seorang petani asal Dukuh Ngemplak RT 17 RW 07 Desa Ketitang, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jumat (28/4) sore. Ia tewas tersambar petir saat sedang mencabut benih padi bersama 3 rekannya di persawahan desa setempat.
Informasi dihimpun dari sejumlah saksi menyebutkan, korban nekat bekerja di sawah saat mendung menggelayut dan dibarengi petir yang menyambar. Korban juga tak bergeming saat saat ketiga rekannya memilih meninggalkan sawah untuk berlindung.
"Kejadiannya tadi jam 4 sore di sawah. Kami sedang ndaut (mencabut benih padi) untuk ditanam di sawah. Tiba-tiba mendung peteng (gelap) banget dan ada petir berkali-kali. Saya juga kena sampai terlempar, tapi mas Ruwiyanto yang parah dan langsung meninggal," ujar Supardi, rekan korban.
Paryono Kades Ketitang mengatakan, kondisi korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Selanjutnya korban dibawa pulang ke rumah duka oleh keluarga untuk dimakamkan.
"Saat kejadian memang cuaca mendung tebal dan tiba-tiba petir memyambar tubuhnya dan langsung meninggal dunia. Warga langsung mengevakuasi dan membawa pulang ke rumah keluarganya," imbuh Paryono.
Baca juga:
Bersihkan lahan, karyawan PT KS tewas tertimpa kayu
Dua wanita penambang pasir di Klungkung tewas tertimbun bebatuan
Bibi dan keponakan tewas disambar KA Kalijaga usai pulang sekolah
Sebelum ledakan, warga sudah ingatkan sisa methanol di kapal LCT
13 Orang pekerja tambang di Minahasa Utara berhasil dievakuasi
Momen haru evakuasi 13 pekerja tambang terjebak longsor di Minahasa
Tabung oven meledak, 5 pekerja pabrik olah bulu ayam terbakar