Busyro sebut mustahil jika Suryadharma bermain sendiri
"Enggak mungkin hanya pemain tunggal, enggak mungkin itu, impossible," kata Busyro.
Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas yakin Menteri Agama Suryadharma Ali tidak bermain sendiri dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji di Kemenag 2012-2013. Hal itu melihat karakter korupsi di Indonesia yang bersifat struktural.
"Iya karena yang namanya korupsi itu kan mesti struktural, karakter korupsi di Indonesia kan struktural, enggak mungkin hanya pemain tunggal, enggak mungkin itu, impossible," kata Busyro di Auditorium KPK, Jumat (23/5).
Busyro menduga ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Siapakah pihak tersebut, hingga saat ini Busyro mengatakan akan fokus terlebih dulu dalam penyidikan kasus ini. "Kita akan fokus ini dulu," ujarnya.
Menurut Busyro, kasus ini berkaitan dengan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH). Terdapat kurang lebih 100 kuota calon jemaah haji yang digunakan untuk pihak tidak berhak. Kuota tersebut digunakan oleh pihak-pihak yang tidak memenuhi kualifikasi petugas haji.
Busyro membenarkan, kuota tersebut diisi oleh keluarga menteri, dan ada anggota DPR. Untuk itu, pihaknya akan segera mendalami dugaan keterlibatan pihak lain. Dalam hal ini, sprindik SDA pun ditulis "dan kawan-kawan", yang artinya adanya pihak lain turut serta.
"Dkk itu nanti akan berkembang di dalam proses pemeriksaan terhadap tersangka," ujarnya.
Baca juga:
DPP PPP akan 'cecar' Suryadharma terkait kasus korupsi haji
Ini tanggapan KPK soal Suryadharma tak mundur dari Menag
KPK lacak harta kekayaan SDA yang melonjak Rp 7 M dalam 3 tahun
Hasyim Muzadi: Kemenag isinya uang Tuhan, jangan disalahgunakan
Komnas Haji: Lima alasan menteri agama harus mundur