LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Buruh: 28 luka saat bentrokan dengan ormas di Cikarang

"Dua orang luka bacok, lima mengalami patah tulang akibat dihajar benda tumpul dan yang lain luka kena benda lainnya."

2013-10-31 20:12:01
Demo Buruh
Advertisement

Bentrokan terjadi antara buruh FSPMI dengan ormas di depan PT Abajus, Cikarang sekitar pukul 10.20 WIB tadi. Sedikitnya, 28 orang mengalami luka-luka.

"Dua orang luka bacok, lima mengalami patah tulang akibat dihajar benda tumpul dan yang lain luka kena benda lainnya," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) saat jumpa pers di gedung LBH Jakarta, Kamis (32/10).

Said mengatakan saat bentrok tersebut, pihak kepolisian terlihat melakukan pembiaran buruh di serang senjata tajam. Untuk itu, dia meminta kepada Mabes Polri dan Polda Metro Jaya untuk mencopot Kapolres Kabupaten Bekasi, Kombes Isnaini.

"Kita kasih waktu 3x24 jam agar Kapolres Kabupaten Bekasi dicopot," katanya.

Said mengatakan jika tuntutan itu tidak dipenuhi, buruh alan menggelar aksi dengan mengepung kantor polisi.

Sebelumnya, ratusan anggota ormas Pemuda Pancasila dan ribuan buruh di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terlibat bentrokan fisik. Dilaporkan 10 orang buruh terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Pimpinan Cabang SPL FSPMI Bidang Advokasi, Budi Lahmudi, mengatakan tujuh orang korban dirawat di Rumah Sakit Hosana Medika, dan tiga lainnya dirawat di Rumah Sakit Medirosa Cikarang.

"Mengalami luka bacok, pukulan benda tumpul, dan terluka akibat dianiaya,” ucap Lahmudi.

Lahmudi menjelaskan, kekerasan yang dialami buruh berawal dari penghalauan aksi oleh Ormas Pemuda Pancasila. Buruh yang sedang konvoi memaksa para pekerja untuk berputar arah. Selain itu, sebagian buruh yang hendak keluar dari perusahaan, kata dia dihalangi untuk tak ikut bergabung.

"Saat konvoi disabet senjata tajam, ada yang baru keluar pabrik dikejar-kejar kemudian diinjak-injak," katanya.

Terkait kekerasan yang dialami buruh, belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Pancasila, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Apuk Idris mengatakan, pihaknya mengaku diserang terlebih dahulu, dengan cara dilempari batu. Bahkan, kata dia, anggotanya yang sedang berada di lapangan diejek dengan kata pengangguran.

"PP tidak menyerang. Malah mobil kita yang ditimpukin," tandasnya.(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.