LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bupati Dedi sebut pembakar patung seperti Dorna di dunia pewayangan

"Sepertinya mereka dari kelompok Astina, yang kalah dalam perang Bratayudha antara Astina dan Amarta," ujar Dedi.

2016-02-11 10:49:28
Patung Sejarah di Indonesia
Advertisement

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi belum mengetahui pelaku maupun motif perusakan dan pembakaran patung Arjuna yang berlokasi di area obyek wisata Situ Wanayas, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat. Kamis (11/2) pagi. Dia menyebut pelaku seperti Dorna dalam lakon pewayangan.

"Kejadiannya lucu, hanya beberapa saat setelah saya mendapatkan anugerah budaya sebagai kepala daerah yang membangun daerah melalui kebudayaan dari PWI," kata Dedi.

Dedi menuturkan, kemungkinan pihak yang membakar patung tersebut adalah kelompok orang yang sudah memiliki riwayat permusuhan.

"Kayaknya ada problem permusuhan, sepertinya mereka dari kelompok Astina, yang kalah dalam perang Bratayudha antara Astina dan Amarta," ujar Dedi sambil menebar senyum.

Namun Dedi memastikan, jika pihak yang melakukan perusakan bukan merupakan warga Wanayasa atau di sekitar lokasi wisata Situ Wanayasa. Karena selama ini tidak ada pihak yang mempermasalahkan keberadaan patung tersebut.

"Tidak ada problem apapun, karena patung itu sudah ada sejak tujuh tahun lalu dan itu adalah lokasi wisata. Tanya saja ke masyarakat dan pedagang di sana. Malah banyak orang yang selfie di situ," imbuh Dedi.

Saat ini kasus tersebut sudah sudah ditangani pihak Kepolisian Resor Purwakarta. Untuk melakukan penyelidikan dan mengambil langkah secara hukum.

"Semuanya diserahkan ke tugas keamanan. Karena wayang adalah aset kebudayaan Indonesia. Seperti kita tahu juga jika wayang bukan hanya digunakan sipil, tapi wayang juga menjadi lambang di kalangan aparat seperti Pasopati dengan Arjuna, dan Kepolisian dengan Kresnanya," jelas Dedi.

Sementara aksi perusakan terhadap patung di Purwakarta bukan kali pertama. Kasus serupa juga sebelumnya terjadi di tahun 2012. Saat itu sekelompok massa merusak sejumlah patung mulai dari Semar, Bima, Yudhistira serta Nakula Sadewa.

"Kalau dasarnya berbicara haram, harus konsisten. Jadi semua patung termasuk di Kepolisian dan TNI juga harus haram juga. Jadi sekali lagi mereka hanya Dorna yang kalah dalam perang," pungkas Dedi.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.