Bupati Cianjur bebaskan warganya merayakan Valentine
Menurut Bupati Tjetjep, merayakan Valentine merupakan hak asasi manusia.
Sejumlah kepala daerah mewanti-wanti warganya untuk tak ikut merayakan Valentine day. Hal ini berbeda dengan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bupati Tjetjep Muchtar Soleh tak ingin melarang warganya merayakan Valentine. Meski membolehkan, Tjetjep meminta warganya untuk sadar diri.
"Kalau mau merayakan silakan, tidak akan ada larangan khusus seperti di kotamadya atau kabupaten lain. Namun sebagai warga di Kota Santri, harus bisa memilih ikut merayakan atau tidak, apalagi jika sifatnya bertentangan dengan norma agama," kata Tjetjep Muchtar Soleh di Cianjur, Rabu (10/2). Demikian tulis Antara.
Dia menilai perayaan Valentine merupakan Has Asasi Manusia. "Warga dapat memilah mana yang baik atau buruk, sehingga tidak perlu lagi diingatkan."
Pernyataan berbeda diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Cianjur, Jumati. Dia telah memberikan imbauan ke masing-masing sekolah untuk mensosialisasikan larangan merayakan valentine.
"Sudah kami sosialisasikan, tentu kami larang siswa merayakannya sebab banyak hal dalam perayaannya yang menyimpang dari norma. Bahkan di antaranya banyak perilaku seks bebas saat valentine," katanya.
Baca juga:
Swalayan di Kediri disisir Disperindag, TNI & Polri jelang Valentine
Buruknya citra Valentine sampai identik dengan pesta seks
Cegah pesta seks, Makassar larang apotek jual kondom saat Valentine
Ini daerah-daerah yang galak larang perayaan Valentine
7 Hewan ini jauh lebih setia dari manusia, bawa 'cinta' sampai mati