Bupati Anas urus pemulangan jenazah Angeline ke Banyuwangi
"Kami juga sudah mengontak pihak operator penyeberangan untuk kelancaran penyeberangan dari Bali ke Banyuwangi."
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas turut berduka cita atas meninggalnya Angeline (8). Angeline tewas dibunuh dan dikubur di halaman belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam nomor 26 Denpasar, oleh penjara rumahnya Agustai (25).
Azwar Anas mengatakan, sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membawa pulang jenazah Angeline dari Bali ke Banyuwangi. Pihak-pihak itu melibatkan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Bali, Dinas Sosial, Camat Glenmore (kecamatan tempat keluarga adik Angeline di Bali), dan kepolisian.
"Mereka sudah bergerak untuk memproses pemulangan jenazah," kata Azwar Anas dalam keterangan tertulisnya kepada merdeka.com, Kamis (11/6).
Menurut Azwar Anas, untuk di Banyuwangi, Camat Glenmore sudah mengurus persiapan kedatangan jenazah nantinya di Dusun Tulungrejo, Wadungpal, Glenmore, Banyuwangi. Pihak kepolisian juga siap membantu perjalanan pemulangan jenazah dari Bali ke Banyuwangi.
"Kami juga sudah mengontak pihak operator penyeberangan untuk kelancaran penyeberangan dari Bali ke Banyuwangi saat membawa jenazah adik Angeline," ujar dia.
Seperti diketahui, setelah 20 hari dilaporkan menghilang, jenazah Angeline ditemukan sudah membusuk di areal pekarangan rumah orangtua angkatnya Margaretha. Saat ditemukan, jenazahnya memprihatinkan dengan kondisi telungkup sambil memeluk sebuah boneka.
Sementara dari hasil penyelidikan awal diketahui pelaku pembunuhan Angeline adalah penjaga rumah kediaman Margaretha, Agustai. Agustai mengaku sebelum membunuh Angeline, juga memerkosa pelajar kelas II sekolah dasar tersebut.
Baca juga:
Kenang Angeline, sekolah gelar doa bersama
Saat dibunuh, Angeline sempat meringis dan panggil mami
Agus mengaku saat dia membunuh, ibu tiri Angeline ada di rumah
Imbas penemuan Angeline, sejumlah kafe di dekat rumahnya sepi
Saat cari Angeline, polisi curiga dengan tingkah anjing pelacak
Warga masih berkerumun di depan rumah Angeline hingga tengah malam
Ini pengakuan sadis Agustai, satpam yang tega bunuh Angeline