Bunuh Rimson, Firhot tikam Kapolsek Parogil saat diringkus
"Motifnya diduga dendam lama akibat permasalahan batas tanah pekarangan rumah sekira tahun 2016, yang sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kepala desa setempat, dan persaingan dagang," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.
Pembunuhan sadis terjadi di Dusun Lae Sulfi, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga Pungga, Dairi, Sumut, Rabu (24/10) petang. Saat akan diamankan pelaku menikam dada dan lengan Kapolsek Parongil, AKP Sayuti Malik.
Berdasarkan informasi dihimpun, tindak pidana pembunuhan itu dilakukan Firhot Manahan Nababan (43). Dia membunuh Rimson Sitorus (46) di halaman rumah tetangganya itu sekitar pukul 15.30 Wib.
"Motifnya diduga dendam lama akibat permasalahan batas tanah pekarangan rumah sekira tahun 2016, yang sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kepala desa setempat, dan persaingan dagang," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.
Menurut keterangan saksi yang hadir di lokasi kejadian, pembunuhan itu bermula saat Firhot mendatangi Rimson. Di sana dia dijamu tetangganya itu. Rimson kemudian bertanya pada Firhot.
"Apakah ada gas di warung kita?" Firhot menjawab, "Ada."
Selanjutnya, Rimson menyuruh anaknya, Irwanto Sitorus, membeli gas ke warung milik Firhot.
Tiba-tiba Firhot menikam leher Rimson. Saksi yang hadir di sana mencoba melerai dan membantu, namun Rimson balik menyerang, sehingga mereka menyelamatkan diri ke perladangan dan kediaman adik korban, Arlen Sitorus, untuk memberitahukan kejadian itu.
Arlen pun mendatangi kediaman abangnya. Namun dia juga dikejar Rimson dengan pisau panjang. "Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada kepala desa. Kepala desa menelepon personel Polsek Parongil," jelas Tatan.
Sekitar pukul 17.30 Wib, Kapolsek Parongil AKP Sayuti Malik bersama sejumlah anggotanya tiba di lokasi. Mereka mendapati Rismon di depan rumahnya sambil memegang pisau panjang dan belati. Sayuti kemudian meminta Rismon untuk menyerahkan diri. Tersangka bergeming.
Tembakan peringatan dilepaskan. Rismon pun melemparkan pisau panjangnya.
"Tersangka mendekati personel, Kapolsek mundur dan terjatuh. Saat itu juga tersangka memanfaatkan waktu untuk menikam kapolsek pada bagian dada sebelah kiri dan lengan kiri dengan pisau belati yang pada saat itu masih dipegang oleh tersangka," jelas Tatan.
Melihat Sayuti ditikam, masyarakat spontan menyergap Rismon. Dia pun dihakimi.
Sayuti langsung dilarikan ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan perawatan. Tersangka berhasil diamankan, kemudian dibawa ke rumah sakit itu untuk mendapatkan perawatan.
Setelah tersangka dilumpuhkan, personel Polsek Parongil mengamankan dan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). Mereka mendapati tubuh Rimson tergeletak tanpa kepala di depan rumahnya. Kepalanya ditemukan di samping rumah tersangka, atau sekitar 40 meter dari tubuhnya. Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Sidikalang.
"Dari lokasi kita mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau panjang dan sebilah belati bergagang kayu,” jelas Tatan.
Kapolsek dan tersangka masih menjalani perawatan di RSUD Sidikalang. Sementara polisi masih mendalami kasus pembunuhan dan penganiayaan itu, termasuk memastikan motif tersangka melakukan pembunuhan sadis.
Baca juga:
Kesal diselingkuhi, Sofyan tikam wanita simpanannya hingga tewas
Cara polisi mengungkap misteri pembunuhan sekeluarga dengan luka tembak di kepala
Istri napi otak pembunuhan satu keluarga ragukan suami tewas bunuh diri
Santri yang tewas di Ogan Ilir diduga dibunuh teman satu Pesantren
Pembunuh satu keluarga di Banda Aceh divonis hukuman mati