Buntut Tudingan Inses Bikin Perekonomian Keluarga Ibu EY Jatuh
EY, seorang wanita di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, yang diduga dituduh melakukan inses atau hubungan seksual dengan anaknya, kini harus kehilangan mata pencarian. Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Ade Firman.
EY, seorang wanita di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, yang diduga dituduh melakukan inses atau hubungan seksual dengan anaknya, kini harus kehilangan mata pencarian. Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Ade Firman.
Pernyataan dugaan inses itu pertama kali terlontar dari Wali Kota Bukittinggi Erman Safar. Ade Firman menuturkan, sejak kasus tersebut viral, EY yang berprofesi sebagai tukang urut tidak pernah mendapatkan pasien lagi.
"Viralnya kasus ini tidak hanya menjatuhkan harkat dan martabat keluarga saja, tetapi juga menjatuhkan perekonomian keluarga yang bersangkutan," kata Ade Firman dihubungi merdeka.com, Sabtu (1/6).
Ade Firman membantah EY telah melakukan hubungan inses dengan anaknya. "Berdasarkan keterangan dari yang bersangkutan serta melihat kondisi keluargnya, saya juga tidak yakin adanya kasus di keluarga tersebut. Bahkan anaknya saja ada yang penghapal Alquran," lanjutnya.
Dia mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mengaitkan kasus ini dengan politik, karena laporan terhadap Erman Safar murni untuk mencari keadilan.
"Laporan yang dibuat pada Senin (26/6), tidak ada kaitannya dengan masalah politik. Ini murni mencari keadilan bagi sorang ibu yang telah dijatuhkan harkat dan martabatnya serta dihujat orang banyak," lanjutnya.
Dugaan skandal persetubuhan antara ibu dan anak tersebut disampaikan pertama kali oleh Erman Safar. Perbuatan inses atau hubungan sedarah itu diduga sudah terjadi selama bertahun-tahun.
"Anak kita dari SMA sampai usia 28 tahun berhubungan badan dengan ibu kandungnya," kata Erman Safar melalui rekaman suara yang diterima merdeka.com, Kamis (22/6).