Buntut kerusuhan di Banceuy, Menkum HAM evaluasi pengamanan lapas
Pemerintah berusaha mencegah agar kerusuhan-kerusuhan di dalam lapas tak lagi terulang.
Kasus kerusuhan Lapas Banceuy, Bandung membuat pemerintah segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap pengamanan di sejumlah lapas. Tindakan in dinilai penting karena dalam sebulan sudah terjadi 4 kerusuhan yang dilakukan antarnapi.
"Kami akan evaluasi mengenai kebijakan yang mengambil tentang keamanan lapas. Hal itu karena ada pembersihan lapas-lapas narkoba yang sangat keras," tegas Yasonna kepada awak media di Gedung Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (24/4).
Sebelumnya, sejumlah narapidana yang menghuni Lapas Banceuy di Jalan Soekarno-Hatta terlibat kerusuhan. Tak hanya melakukan pengerusakan, mereka juga membakar kantor lapas hingga habis dilalap api.
Kerusuhan tersebut berlangsung sejak Sabtu (23/4) pagi. Polisi segera menerjunkan anggota Brigade Mobile (Brimob) untuk meredakan situasi.
Usai mendinginkan kerusuhan, polisi langsung menggeledah setiap sel yang dihuni para napi. Petugas menemukan puluhan telepon genggam, korek api gas, dan berbagai jenis senjata tajam.
Benda-benda terlarang tersebut diketahui sudah dimodifikasi menjadi senjata tajam, menjadi gunting, palu, pisau cutter dan lainnya. Polisi menduga, pembakaran lapas tersebut diduga disebabkan dari korek gas.
"Mereka sama-sama menuju kantor dan membakar," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Jodie Rooseto.
Baca juga:
Menkum HAM sebut operasi narkoba bikin napi di Lapas Banceuy ricuh
Liput kerusuhan Lapas Banceuy, fotografer diintimidasi Brimob
Pastikan penyebab napi tewas di Banceuy, Menkum HAM tunggu autopsi
Lapas Banceuy rusuh, Kapolri soroti kapasitas Lapas yang overload
Buntut rusuh Lapas Banceuy, Menkum HAM bakal rotasi sipir dan napi