Buntut gerebek 100 TKI ilegal, polisi geledah kantor BLK di Bekasi
Buntut gerebek 100 TKI ilegal, polisi geledah kantor BLK di Bekasi. Perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran itu ialah PT. Bidar Timur, dan PT. Mushofahah Maju Jaya. Perusahaan itu berdasarkan catatan telah diskorsing oleh pemerintah.
Bareskrim Mabes Polri meggeledah sebuah Balai Latihan Kerja di Kampung Cikunir Bulak, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (16/5). Penggeledahan itu, berkaitan dengan penggerebekan polisi di beberapa tempat dengan jumlah TKI lebih dari 100 orang.
"Kita laksanakan penggeledahan hari ini bagian dari pengembangan," kata Kasub Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang Subdit 3 Tipidum Bareskrim Polri, AKBP Hafidh Herlambang di lokasi penggerebekan, Selasa (16/5).
Menurut dia, Bareskrim tengah menangani kasus dugaan perdagaan orang, berdasarkan laporan polisi yang masuk. Dimana memberangkatkan TKW tanpa melalui prosedur resmi.
"Modusnya memberangkat TKW non prosedural, di banyak tempat, NTB, Kaltim, Kalsel, Jatim," kata dia.
Ia enggan menjelaskan lebih rinci terkait kasus tersebut. Menurut dia, saat ini masih dalam tahap pengembangan. Adapun, sesuai rencana besok bakal dirilis di Mabes Polri, termasuk tersangkanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari penyidik, dalam kasus itu polisi mengamankan lebih dari 100 orang calon TKI ilegal yang akan diberangkatkan ke berbagai negara tanpa prosedur. Mereka digerebek di NTB, Kaltim, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Adapun perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran itu ialah PT. Bidar Timur, dan PT. Mushofahah Maju Jaya. Perusahaan itu berdasarkan catatan telah diskorsing oleh pemerintah.
Dari lokasi penggeledahan di BLK Cikunir, polisi menyita sejumlah dokumen seperti ijazah, dan dokumen lainnya milik PT. Bidar Timur.
Baca juga:
Antusias ribuan WNI sambut Jokowi di Hong Kong
10 Tahun payung hukum perlindungan buruh migran ASEAN belum selesai
Peringati Hari Buruh, Jokowi bakal temui TKI di Hong Kong
Pulang ke Indonesia, TKI asal Banten dikabarkan hilang di Qatar
Pemerintah dinilai terus bobol, TKI ilegal masih mengalir ke Timteng