Bunga Sunarti untuk mendiang suami di TMP Kalibata
Hujan deras turun disertai angin dan petir. Sunarti (90) tetap datang mengunjungi makam almarhum suaminya Supardi suwarman. Supardi merupakan salah satu anggota TNI angkatan darat yang mendapatkan penghargaan Bintang Gerilya pada tahun 1954.
Hujan deras turun disertai angin dan petir. Sunarti (90) tetap datang mengunjungi makam almarhum suaminya Supardi Suwarman. Supardi merupakan salah satu anggota TNI Angkatan Darat yang mendapatkan penghargaan Bintang Gerilya pada tahun 1954.
Almarhum mendapat gelar gerilya di Yogya dan meninggal pada tahun 1998 di Jakarta. Sebelum menjadi anggota TNI, almarhum merupakan alumni mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan merupakan salah satu pahlawan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
Sunarti mengaku biasanya mengujungi makam suami pada pagi hari. "Baru kali ini mau nyekar di makam suami kehujanan. Berkah ya pak. Amin ya Allah," ujarnya mendoakan sang suami, Minggu (1/10).
Saking sayang dan cintanya nenek 90 tahun ini kepada sang suami, ia menyempatkan diri memetik bunga yang ia tanam sendiri di pekarangan rumahnya sebelum datang ke pemakaman. Lantaran hujan deras turun, ia mengurungkan niatnya untuk mengunjungi makam sang suami. Dia memilih berteduh di pos satpam.
"Ini bawa bunga dari kebon sendiri buat suami. Bilang saja 'maaf ya pak ini bunganya enggak jadi sudah saya bawa'," ucapnya sambil menadahkan tangan dan menggenggam bunga putih.
Sunarti sendiri merupakan pribadi yang senang menanam berbagai macam bunga. "Saya suka tanam bunga-bunga, bunga apa aja," tuturnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada almarhum suaminya karena hujan tidak jadi berziarah ke makam. "Maafkan saya tidak jadi nengok. Kamu (bunga) sudah dipetik dari pohon belum dikasih ke bapak," tutur Sunarti sembari berbicara menatap bunga putih.
Sunarti datang ke makam bersama menantu dan juga pembantunya.
Baca juga:
Menelusuri kembali Monumen Lubang Buaya
Jokowi: Jangan sampai sejarah kelam PKI terulang
Catherine Pandjaitan: Saya maafkan yang membunuh Papa
Persyaratan rekonsiliasi tak ada dalam masyarakat
Mendikbud: Film G30S belum layak ditonton anak-anak