LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bung Karno dan penegakkan norma Islam untuk NKRI

Bung Karno mampu menyatukan rakyat Indonesia yang terdiri dari banyak suku dan agama. Bung Karno juga berperan besar menjaga semangat seluruh rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2018-05-24 20:02:51
Bung Karno
Advertisement

Banyak sudah kisah perjuangan Presiden Soekarno menyatukan Indonesia melalui Pancasila. Berkat nilai Pancasila yang dia gali, Indonesia mampu menjadi negara besar yang demokratis, rukun, dan toleran.

Direktur Eksekutif Aliansi Indonesia Damai (AIDA) Hasibullah Satrawi mengatakan, Bung Karno berhasil menghadirkan Islam Nusantara.

"Bung Karno adalah sosok Islam Nusantara yang berkemajuan," kata Hasibullah di Jakarta, Kamis (24/5).

Advertisement

Hasibullah menyampaikan, Bung Karno adalah seorang nasionalis yang sangat memahami Islam. Pemahamannya terhadap Islam diterjemahkan Bung Karno dengan merangkul rakyat sejak masa penjajahan dan setelah Indonesia merdeka. Karena itu, kata Hasibullah, keliru jika Bung Karno dinilai jauh dari ajaran Islam.

Dia melanjutkan, Bung Karno mampu menyatukan rakyat Indonesia yang terdiri dari banyak suku dan agama. Bung Karno juga berperan besar menjaga semangat seluruh rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kalau bukan Bung Karno, mungkin kita (Indonesia) menjadi Madura sendiri, Jawa sendiri, Sumatera sendiri (tidak bersatu)," ungkap Hasibullah.

Advertisement

Pemikiran-pemikiran Bung Karno, kata Hasibullah, berhasil meyakinkan tokoh-tokoh Islam pada saat itu untuk tidak menjadikan Indonesia sebagai negara Islam karena di dalamnya terdapat rakyat pemeluk agama lain dan ikut berjuang meraih kemerdekaan.

"Bung Karno merumuskan intisari ilmu (Islam), maka para tokoh Islam tidak mempersoalkan apakah menjadi negara Islam atau NKRI, yang penting norma (Islam-nya) hadir. Alasannya adalah mereka menyadari tidak ada sayu ayat Alquran yang eksplisit mengatakan umat Islam harus menegakkan negara Islam," ungkapnya.

"Dengan fakta seperti ini, jangan pernah dibayangkan Indonesia lahir dari orang yang tidak paham agama. Bung Karno yang saat itu dianggap sebagai kelompok nasionalis sangat memperhatikan konsep, ruh, dan amalan Islam," sambung dia.

Baca juga:
Kisah-kisah romantis para presiden Indonesia bersama istrinya
Kenang jasa perawat, Megawati ingat akhir hayat Soekarno
40 Organisasi Soekarnois siap kawal pemenangan Puti dalam Pilgub Jatim
Soekarnois Jatim gelar koordinasi menangkan Gus Ipul-Puti
Megawati ajak perjuangkan arsip pidato Bung Karno di PBB jadi MOW UNESCO

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.