Bulan Bung Karno bukan hanya acara PDIP
Bulan Bung Karno yang dicanangkan jatuh di bulan Juni diharapkan menjadi bulan peringatan secara nasional.
Walau dicanangkan oleh anggota Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Bulan Bung Karno dinyatakan bukan sebagai acara partai. Hal itu ditegaskan oleh ketua Panitia Bulan Bung Karno, Ari Batubara.
"Ini bukan kegiatan partai, 100 persen tidak," tegas Ari Batubara kepada wartawan di Warung Daun Jl Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan, Kamis (31/5).
Ari menjelaskan bahwa acara tersebut bukan saja untuk acara intern partai. Namun pihaknya juga mengajak berbagai kalangan untuk serta ikut di dalamnya sebagai penggerak rasa nasionalis yang selama ini telah luntur. Seperti halnya kedaulatan laut, di masa sekarang kedaulatan tersebut kerap diganggu gugat oleh negara tetangga.
"Kita tidak ingin mengadakan bulan Bung Karno untuk intern partai saja. Kita ingin menggunakan gerakan moral, dulu waktu Bung Karno menjadi presiden kedaulatan laut dan langit tidak diganggu gugat," jelasnya.
Sementara itu Bulan Bung Karno yang dicanangkan jatuh di bulan Juni diharapkan menjadi bulan peringatan proklamator itu secara nasional, mengingat bulan tersebut mempunyai 3 hari sejarah tersendiri tentang Soekarno. Diantaranya pada tanggal 1 juni dikenal sebagai hari lahirnya pancasila, 6 Juni sebagai lahirnya Bung Karno dan pada tanggal 21 Juni dikenang sebagai hari wafatnya Bung Karno.
"Kenapa Bulan Bung Karno, karena bulan juni ini ada tiga hari penting. Diantaranya tanggal 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila, 6 Juni sebagai hari lahirnya Bung Karno, sedangkan 21 Juni sebagai hari wafatnya Bung Karno," pungkasnya.(mdk/hhw)