LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Buku palu arit ada di JCC, empat WN Malaysia diperiksa polisi

Aparat kepolisian telah memeriksa empat warga negara Malaysia karena menjual enam buku berlambang palu arit. Buku-buku itu ditemukan dalam pameran Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10). Pemeriksaan dilakukan di Ditintelkam karena terkait warga negara asing.

2016-10-02 17:29:11
Komunisme
Advertisement

Aparat kepolisian telah memeriksa empat warga negara Malaysia karena menjual enam buku berlambang palu arit. Buku-buku itu ditemukan dalam pameran Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10).

"Kita lakukan pemeriksaan memang betul di sana ada penjualan buku terbitan Malaysia, kebetulan pelaku juga WNA yang menjual buku-buku tersebut. Kita ambil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (2/10).

Keempat orang tersebut, yakni Zulkifri Zamir bin Mohammad Munir (31), dari penerbit Thukul Cetak, dua penjaga stand Mohd Rozla Bin Muhammed Noor (46) dan Khairul Nizam bin Muhammad Yunis (45), terakhir Sakri bin Abdullah (51), selaku pimpinan stand.
Mereka penanggung jawab stand yang menjual buku berjudul 'Manifesto Komunis-Karl Marx dan Friedrik Engels'.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan di Ditintelkam karena terkait warga negara asing. Setelah itu keempatnya diserahkan ke imigrasi. Mereka juga diminta buat surat pernyataan termasuk penanggung jawab, Kartini.

"Ibu Kartini besok kita akan lakukan pemanggilan di Ditintelkam untuk kita interogasi sebenarnya seberapa jauh permasalahan ini, seberapa jauh pengetahuan Ibu Kartini, apakah ada unsur kesengajaan," jelasnya.

Awalnya, kata Awi, bermula dari laporan masyarakat kemudian diteruskan ke Babinkamtibmas. "Dia tidak tahu bahwasanya kalau terkait palu dan arit di Indonesia kan sensitif," tandasnya.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.