Bukan Corona, Kepala PPATK Meninggal Karena Sakit Pneumonia dan Ginjal
Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah memastikan Kepala PPATK Kiagus Badaruddin meninggal dunia bukan karena corona. Jasad Badaruddin telah diperiksa dan hasilnya negatif dari Covid-19. Hasil pemeriksaan sudah dilakukan sebanyak dua kali.
Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah memastikan Kepala PPATK Kiagus Badaruddin meninggal dunia bukan karena corona. Jasad Badaruddin telah diperiksa dan hasilnya negatif dari Covid-19. Hasil pemeriksaan sudah dilakukan sebanyak dua kali.
"Jadi memang prosedurnya harus dua kali diperiksa, dan (hasilnya) negatif," ujar dia di RSUP Persahabatan, Sabtu (14/3).
Menurut Rita, Kiagus memang sempat dirawat di ruang isolasi lantaran statusnya pasien dalam pengawasan (PDP). Namun setelah dua kali diuji laboratorium menyatakan almarhum negatif Covid-19.
"Kepala PPATK pada saat itu beliau memang dirawat dan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Bapak ini meninggal bukan karena Corona," kata dia.
Menurutnya, Kiagus sempat dirawat lantaran mengalami saluran infeksi pernafasan bawah atau pneumonia. Lantaran hal tersebut, maka Kiagus dinyatakan sebagai PDP.
"Waktu itu PDP dan ada saluran infeksi pernafasan bawah, pneumonia, dan ada komorbidnya, ada diabetes, dan gangguan pada ginjalnya," kata dia.
Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)