Buka Rakernas BKKBN, Ma'ruf Amin Ingin Angka Pernikahan Dini Menurun
Wapres Ma'ruf beralasan, angka pernikahan dini perlu ditekan supaya kualitas pernikahan kelompok millenial di masa mendatang bisa lebih matang.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengisi pidato pembuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BKKBN untuk program Banggakencana 2020 di Jakarta. Dalam pidatonya, Wapres Ma'ruf menginginkan adanya program kerja BKKBN yang menekan angka pernikahan dini kepada kelompok millenial.
"Kampanye ini perlu terus digalakkan. Gunakan pendekatan yang lebih humanis, dekat dengan generasi muda dengan memanfaatkan teknologi," kata Ma'ruf seperti dikutip lewat siaran pers Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (13/2/).
Wapres Ma'ruf beralasan, angka pernikahan dini perlu ditekan supaya kualitas pernikahan kelompok millenial di masa mendatang bisa lebih matang. Caranya, dengan melakukan kesiapan terlebih dulu dari segi mental dan finansial bagaimana menyiapkan pendidikan dan kesehatan anak mereka kelak.
"Ini yang perlu kita jangkau dengan cara tepat agar perubahan di masyarakat tercapai," jelas dia.
Mengutip data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) lima tahun terakhir, angka pernikahan dini masih berada di atas 11 persen. KPPA mengategorikan pernikahan dini adalah mereka yang melangsungkan perkawinan di bawah 18 tahun.
Reporter: Radityo (Liputan6.com)
(mdk/rnd)