Budi Waseso sebut Bupati Ogan Ilir masih nge-'fly' sampai hari ini
"Masih dalam pengaruh narkoba," ujar Kepala BNN Budi Waseso.
Badan Narkotika Nasional (BNN) masih melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi atau Novi terkait penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Novi ditangkap Minggu malam (13/3) di kediamannya Jalan Musyawarah III Ogan Ilir.
BNN akan terus menelusuri kasus Novi dengan alat bukti yang ditemukan, termasuk komunikasi yang dilakukan Novi saat melakukan transaksi narkotika. Namun BNN harus menunggu waktu selama 3 x 24 jam.
"Hari ini (Novi) masih dalam pengaruh narkoba, masih menggunakan narkoba. Belum bisa melakukan pemeriksaan. Masih dalam pengaruh narkoba," ujar Kepala BNN Budi Waseso di kantornya, Senin (14/3).
Setelah 3 x 24 jam, pihak BNN akan melakukan pemeriksaan darah dan dilanjutkan pemeriksaan rambut Novi sekaligus melihat assessment sehingga bisa menentukan penindaklanjutan pemeriksaan.
"Rambut bisa mendeteksi juga narkoba, ga bisa bohong," tambah Budi Waseso.
Budi Waseso juga menegaskan bahwa penangkapan ini membuktikan narkotika tidak pandang bulu menyasar status dan profesi.
"Semu lini bisa ditembus. Cerminan bahwa bagaimana mungkin panutan warga panutan masyarakat tapi dia menggunakan narkoba," tambahnya.
Pihaknya juga dengan tegas mengatakan bahwa meskipun saat penangkapan tidak ditemukan barang bukti narkoba, Novi tetap bisa diproses berdasarkan bukti hasil lab.
"Kita tidak tergantung pada barang bukti, positif kan barang bukti. Lab lanjutan juga barang bukti," imbuhnya.
Baca juga:
Bupati Ogan Ilir digelandang ke kantor BNN
Budi Waseso sebut BNN incar Bupati Ogan Ilir sejak 3 bulan lalu
Bupati ditangkap BNN, pemerintahan Ogan Ilir tetap berjalan
Kepala BNN: Bupati Ogan Ilir pesan narkoba dari pegawai RS Jiwa
Tiba di Bandara Soetta, Bupati Ogan Ilir dikawal petugas BNN