LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BSSN Sebut Banyak Penjahat Siber Manfaatkan Kondisi Pandemi untuk Lancarkan Aksi

Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) BSSN mencatat telah terjadi 88.414.296 serangan siber sejak 1 Januari hingga 12 April 2020.

2020-04-22 21:05:00
BSSN
Advertisement

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebutkan penjahat siber telah memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk melancarkan aksinya. Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) BSSN mencatat telah terjadi 88.414.296 serangan siber sejak 1 Januari hingga 12 April 2020.

Dikutip dari Antara, Rabu (22/4), berdasarkan data mutakhir Pusopskamsinas BSSN yang diterima, serangan siber terus terjadi dengan berbagai macam serangan bertemakan virus atau pandemi Covid-19.

Adapun rinciannya sebagai berikut, bulan Januari 2020 tercatat sebanyak 25.224.811 serangan, Februari sebanyak 29.188.645 serangan, dan Maret sebanyak 26.423.989 serangan, serta sampai dengan 12 April 2020 tercatat sebanyak 7.576.851 serangan. Puncak serangan terjadi pada 12 Maret 2020, yaitu sebanyak 3.344.470 serangan siber.

Advertisement

Serangan siber tersebut tercatat terdiri dari 56 persen trojan activity, 43 persen information gathering (pengumpulan informasi), dan 1 persen web application attack.

Selama periode 1 Januari sampai dengan 12 April 2020 telah terjadi 159 kasus insiden web defacement pada situs web instansi pemerintah.

Tercatat sebanyak 16 kasus web defacement terjadi pada bulan Januari, 26 kasus pada Februari, 69 kasus pada Maret, dan 48 kasus sampai dengan 12 April 2020.

Advertisement

Serangan web defacement terjadi lebih masif terjadi pada akhir pekan maupun hari libur nasional.

Serangan siber global yang memanfaatkan isu Covid-19 tercatat sebanyak 25 insiden, yang terdiri dari 17 serangan yang menargetkan secara global dan 8 serangan yang secara spesifik menargetkan suatu negara.

Jenis serangan meliputi serangan malware, phising, dan ransomware.

Pada bulan April telah terjadi serangan Malicious Zoom, yaitu serangan terhadap aplikasi telekonferensi Zoom yang menggunakan kode yang berisi modul metasploit, adware, dan hidden ad (iklan tersembunyi).

Mengingat banyaknya serangan siber yang terjadi, BSSN merekomendasikan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber, di antaranya dengan:

1. Waspada terhadap social engineering dan phising. Hindari membuka email dan tautan yang mencurigakan atau berasal dari sumber tidak terpercaya

2. Selalu kunjungi sumber informasi resmi dari pemerintah terkait wabah Covid-19

3. Melengkapi perangkat mobile/komputer dengan antivirus

4. Tidak membagikan informasi kredensial dan data diri pribadi, serta

5. Membatasi akses perangkat yang digunakan untuk bekerja dari anak-anak dan anggota keluarga.

Baca juga:
Menko Luhut Sebut Virus Corona Tak Melulu Bawa Dampak Negatif
Ini Ramuan Herbal dari Madagaskar yang Diklaim Bisa Cegah Covid-19
Menaker: PHK Terbanyak di Jatim, Pekerja Dirumahkan Paling Banyak di Jakarta
Anies Perpanjang Masa PSBB Jakarta Sampai 22 Mei 2020
Dokter Gigi Gunakan APD untuk Antisipasi Penularan Covid-19
WNI di Luar Negeri Juga Dilarang Mudik ke Tanah Air

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.