Brigdatar Adam tewas, Gubernur Akpol diminta dievaluasi
Pemerintah telah memberikan dukungan anggaran yang sangat besar kepada Polri. Namun, kenyataannya konsep promoter Kapolri telah gagal dalam meningkatkan sistem pendidikan Polri.
Brigadir dua taruna (Brigdatar) Muhammad Adam, taruna angkatan dua Akademi Kepolisian (Akpol), meninggal dunia akibat dianiaya oleh seniornya, Kamis (18/5).
Koordinasi Divisi Advokasi Bakornas Independent Police Watch, Sogi Sasmita menilai, kematian Adam menunjukkan ada permasalahan besar dalam sistem pendidikan Polri.
"Permasalahan utama adalah gagalnya proses implementasi konsep Revolusi Mental yang dicanangkan Jokowi," katanya, Sabtu (20/5).
Menurutnya, pemerintah telah memberikan dukungan anggaran yang sangat besar kepada Polri. Namun, kata dia, kenyataannya konsep promoter Kapolri telah gagal dalam meningkatkan sistem pendidikan Polri.
Karena itu, kata dia, jajaran penanggungjawab di lingkungan pendidikan Polri harus dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari Kalemdiklat Polri hingga Tenaga Pelatih dan Tenaga Pengajar Akpol.
"Sudah sepatutnya Gubernur Akpol dievaluasi agar ke depan bisa lebih baik lagi," katanya.
Baca juga:
Kompolnas: Di Akpol tidak ada militeristik dan budaya kekerasan
Raket badminton jadi barang bukti penganiayaan Brigdatar Adam
14 Taruna Akpol tingkat 3 jadi tersangka penganiayaan Brigdatar Adam
Brigdatar Adam tewas, Gubernur Akpol diminta dievaluasi
Motif senior aniaya Taruna Adam karena korban dianggap tak disiplin
Fakta-fakta penganiayaan taruna tingkat dua Akpol renggut nyawa Adam