BPPTKG teliti material letusan freatik Gunung Merapi
Hanik menambahkan dari catatan BPPTKG, letusan freatik Gunung Merapi pada Jumat (11/5) pagi menjadi yang ketujuh sejak erupsi besar pada 2010. Selain itu, erupsi freatik kali ini disebut tak disertai tanda-tanda sebelumnya.
Sejumlah peneliti dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta diturunkan ke sejumlah titik. Tujuannya untuk mengumpulkan sejumlah material letusan freatik Gunung Merapi.
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan sejumlah penelitinya untuk mengambil sampel di lapangan. Nantinya sampel akan diteliti oleh BPPTKG.
"Kami ambil sampelnya di lapangan. Nanti akan kami analisis, kandungan apa saja yang terdapat di material itu," katanya, Jumat (11/5).
Hanik mengungkapkan pihaknya belum bisa memastikan kapan hasil penelitian akan bisa didapatkan. Meskipun demikian, Hanik berharap dari penelitian akan bisa segera diketahui hasilnya.
"Kami berharap bisa mencari formula dalam mendeteksi letusan freatik Gunung Merapi. Mudah-mudahan dengan teknologi ke depan bisa membangun teori dan memprediksi (letusan freatik Gunung Merapi)," ungkap Hanik.
Hanik menambahkan dari catatan BPPTKG, letusan freatik Gunung Merapi pada Jumat (11/5) pagi menjadi yang ketujuh sejak erupsi besar pada 2010. Selain itu, erupsi freatik kali ini disebut tak disertai tanda-tanda sebelumnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya Gunung Merapi mengalami letusan freatik pada Jumat (11/5). Letusan ini terjadi pada pukul 07:43 WIB dengan durasi kegempaan lima menit dan ketinggian kolom 5500 meter di atas puncak. Letusan ini menyebabkan sejumlah wilayah di DIY terdampak abu vulkanik.
Baca juga:
8 Pesawat batal terbang selama Bandara Adisutjipto ditutup
Juru Kunci sebut Gunung Merapi hanya batuk
Sempat ditutup, penerbangan Bandara Adisutjipto kembali dibuka
Imbas letusan Gunung Merapi, AirAsia batalkan 12 penerbangan
Ada letusan freatik, jalur pendakian Gunung Merapi ditutup
Letusan freatik tak mengubah bentuk kawah Gunung Merapi