LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BPPTKG Gunakan Drone untuk Validasi Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan pihaknya telah melakukan perhitungan jarak luncur maksimal awan panas guguran yang selama ini dikeluarkan oleh Gunung Merapi. Pemantauan ini dilakukan dengan drone yang mengambil foto udara situasi Sungai Boyong.

2021-01-30 02:04:00
Merapi Meletus
Advertisement

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menggunakan drone untuk melakukan pemantauan Gunung Merapi. Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan pihaknya telah melakukan perhitungan jarak luncur maksimal awan panas guguran yang selama ini dikeluarkan oleh Gunung Merapi. Pemantauan ini dilakukan dengan drone yang mengambil foto udara situasi Sungai Boyong.

"Hasil foto udara menunjukkan jarak luncur awan panas pada 27 Januari 2021 mencapai 3,5 km untuk jarak miring atau 3,2 km jika dihitung jarak horizontal. Jarak luncur awan panas guguran masih dalam rekomendasi jarak bahaya yang telah ditetapkan, yaitu pada jarak maksimum 5 km dari puncak Gunung Merapi," ujar Hanik, Jumat (29/1).

Hanik menjabarkan bahwa awan panas guguran sudah terjadi sejak tanggal 7 Januari 2021. Hanik merinci pada Rabu (27/1), Gunung Merapi bahkan mengeluarkan awan panas guguran sebanyak 52 kali.

Advertisement

Awan panas diprediksi masih berpotensi terjadi di Gunung Merapi. Daerah yang berpotensi bahaya awan panas guguran dan guguran lava adalah alur Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan peluang terjadinya erupsi eksplosif juga masih mungkin terjadi di Gunung Merapi. Potensi bahaya erupsi eksplosif ini berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya tersebut, mengingat awan panas guguran dan lahar hujan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Advertisement

"BPPTKG terus melakukan pemantauan aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera kami tinjau kembali," pungkas Hanik.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.