BPPTKG: Aktivitas Merapi saat ini sudah mereda
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida dalam keterangan tertulis mengatakan letusan minor dipicu oleh akumulasi gas vulkanik dan kemungkinan tidak akan diikuti oleh erupsi lebih lanjut
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Gunung Api (BPPTKG) Yogyakarta menyampaikan letusan yang terjadi di Gunung Merapi merupakan letusan minor. Letusan ini terjadi pada Jumat, (11/5) pukul 07.40 WIB.
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida dalam keterangan tertulis mengatakan letusan minor dipicu oleh akumulasi gas vulkanik dan kemungkinan tidak akan diikuti oleh erupsi lebih lanjut. Status aktivitas Merapi, kata Hanik, saat ini dinyatakan dalam tingkat normal.
"Status aktivitas Merapi dinyatakan dalam tingkat normal. Aktivitas Merapi saat ini sudah mereda. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang," ujar Hanik.
Hanik menyampaikan peningkatan aktivitas mulai pada Rabu (9/5). Terjadi gempa vulkanik sebanyak 2 kali dan guguran 8 kali. Pada hari Kamis (10/5) muncul gempa vulkanik 4 kali dan guguran 3 kali.
"Hari Jumat (11/5) dari pukul 00.00 hingga 08.00 WIB, guguran 1 kali dan gempa multi fase 1 kali. Lalu, 2 jam sebelum letusan ada peningkatan suhu kawah area 3 atau di dalam kawah. Mulai naik dari 38,2 derajat Celcius menjadi 90,6," ungkap Hanik.
Hanik menjelaskan dari pengamatan visual, pada pukul 07.40 WIB diawali dengan suara gemuruh kecil. Getaran, lanjut Hanik, terasa di Pos Babadan dengan durasi 10 menit. Ketinggian kolom erupsi 5,5 kilometer di atas puncak dengan lama letusan 5 menit.
"Erupsi berlangsung sekali dan tidak diikuti susulan. Pascaerupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan. Serta suhu kawah mengalami penurunan."
Baca juga:
Jamin aktivitas penerbangan aman, Menhub Budi pantau kondisi Gunung Merapi
Moledoko yakin BNPB dan BPBD cepat tangani dampak erupsi Gunung Merapi
Ratusan pendaki dievakuasi dari puncak Merapi
BPBD DIY sebut radius evakuasi diturunkan jadi dua kilometer setelah letusan Merapi
Bandara Adi Soemarmo tak terdampak letusan featik Merapi