LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BPOM temukan bakso pakai daging babi di Pekanbaru

Namun,‎ dia enggan mengungkapkan kapan pemeriksaan sampel tersebut dilakukan. Adrizal menjelaskan, pihaknya telah memeriksa pemilik warung bakso tersebut.

2017-08-28 23:00:00
Daging Celeng
Advertisement

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru mendapati salah satu penjual bakso di Jalan KH Ahmad Dahlan mengolah dagangannya dengan bahan daging babi. Hasil tersebut didapatkan usai mengambil beberapa sampel secara rutin.

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Pekanbaru, Adrizal mengatakan, Bakso Mekar menggunakan daging babi untuk mengolah bakso mereka.

"Temuan mengandung itu (babi), setelah kita melakukan pemeriksaan sampel rutin," katanya di Pekanbaru, Senin (28/8).

Namun,‎ dia enggan mengungkapkan kapan pemeriksaan sampel tersebut dilakukan. Adrizal menjelaskan, pihaknya telah memeriksa pemilik warung bakso tersebut.

"Pelaku usaha (pedagang bakso) juga sudah diambil keterangannya. Dia bilang tidak tahu, tidak ada unsur kesengajaan," jelasnya.

Adrizal mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dengan melakukan ekspose bersama. Mereka membahas adanya indikasi bakso yang dijual tersebut mengandung daging babi.

Sementara itu, pemilik warung Bakso Mekar, Suaryanto saat ditemui sejumlah wartawan membantah semua tudingan BPOM tersebut. Dia mengatakan, beberapa waktu lalu tim BPOM Pekanbaru datang mengambil sample bakso yang dijualnya.

"Sejak warung saya ini berdiri tahun 2004, saya tidak pernah menjual bakso dengan daging babi," tegasnya.

BPOM Pekanbaru mendatangi warung Suharyanto pada buan Mei 2017 lalu. Saat itu, tanpa menyebutkan adanya laporan keluhan dari masyarakat, BPOM Pekanbaru tiba-tiba mengambil sampel makanannya.

Kemudian, berselang 3 bulan, BPOM Pekanbaru baru menyebutkan adanya indikasi daging babi dalam bakso itu.

"Saya selama 13 tahun berjualan bakso, dari warung sederhana hingga di rumah toko dan sempat membuka cabang di salah satu pusat perbelanjaan di Pekanbaru, belum ada komplain dari para pelanggan," jelasnya.

Dia berharap, permasalahannya dengan BPOM segera selesai, dan bisa berjualan lagi seperti biasanya. Sebab, hanya dari berdagang itulah Suharyanto mencukupi kebutuhan rumah tangga dan keluarganya.

"Mudah-mudahan masalah ini segera selesai. Saya juga sudah jelaskan ke BPOM, saya tidak pernah menggunakan daging lain selain daging sapi. terkait masalah ini," tutupnya.

Baca juga:
Polisi gerebek kios pembuatan bakso oplosan daging celeng di Bogor
Gubernur Bali imbau warga kurangi makan babi guling demi kesehatan
Cara membedakan daging sapi dan babi di pasar
Pasutri di Malang jual daging sapi murah, ternyata celeng
Uang makan PNS Kota Malang ditambah agar tak jual daging celeng

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.