BPBD Kediri lakukan kajian soal puluhan sumur yang ambles mendadak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri langsung melakukan kajian soal puluhan sumur yang ambles. Fenomena alam ini disebabkan tanah pengikat dinding alami erosi karena volume air tanah tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri langsung melakukan kajian soal puluhan sumur yang ambles. Fenomena alam ini disebabkan tanah pengikat dinding alami erosi karena volume air tanah tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama aparat TNI melarang aktivitas warga di radius 4 meter dari sumur ambles. Karena diperkirakan masih terus meluas dan jumlah sumur yang ambles kini terus bertambah.
Berdasarkan kajian sementara BPBD Kabupaten Kediri, puluhan sumur ambles di Dusun Dorok, Nanas dan Jambean, Desa Manggis Kecamatan Puncu bertambah dari semula 60 kini jadi 88 titik.
"Untuk mengantisipasi jatuhnya korban aparat TNI dikerahkan untuk mengimbau warga untuk berhati-hati. Khususnya bagi warga yang memiliki sumur di dalam rumah, diminta untuk menjauh karena bisa dimungkinkan mengalami hal sama," kata Danramil Puncu Kapten Walifatma, Jumat (28/4).
Untuk memastikan penyebab munculnya fenomena alam ini BPBD Kabupaten Kediri telah mengirim surat ke Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung sembari menunggu tim PVMBG Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri sudah mengambil sampel air sumur untuk diuji laboratorium.
Baca juga:
Warga Kediri diimbau tak beraktivitas di dekat sumur yang ambles
Selama 3 hari, 60 sumur di Kediri mendadak ambles
Di Kediri, Dubes Moazzam kunjungi Ponpes Lirboyo dan kampung Inggris
Sambut Hari Kartini, Polwan di Kediri bagi-bagi bunga dan permen
Warga Kediri dicegah datang ke Jakarta untuk Tamasya Al Maidah
Curi mie instan, dua remaja di Kediri dihajar massa
6 Rumah kena longsor di Kediri, 33 warga diungsikan ke Balai Desa