LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BPBD Jateng Sebut Empat Kabupaten Rawan Tsunami

Sebagai langkah antisipasi menghadapi bencana tsunami adalah dengan menyediakan bukit hijau sebagai mitigasi struktural di sejumlah desa. Mitigasi dapat dilakukan dengan memasang early warning ataupun membangun gedung yang di desain tahan gempa tsunami.

2018-12-26 19:31:00
Tsunami
Advertisement

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mengingatkan warga akan tsunami di wilayah pesisir selatan. Sebab di Kabupaten Cilacap merupakan pertemuan sesar (patahan) yang mampu menimbulkan gempa bumi.

"Jadi secara teoritis dampaknya ada di beberapa kota seperti Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri, Cilacap daerah rawan. Sebab banyak penduduk dekat pantai," kata Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (26/12).

Lebih lanjut, Sarwa mengaku, tidak bisa memperkirakan datangnya gelombang di Pantai Selatan Jateng. Adapun tingkat kerentanan lokasi bisa dipicu berbagai faktor alam.

Advertisement

"Jadi deteksinya melalui perubahan geologis atau topografi struktur bangunan dan jarak dari sumber gempa mempengaruhi tingkat kerawanan tsunami," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi bencana tsunami adalah dengan menyediakan bukit hijau sebagai mitigasi struktural di sejumlah desa. Mitigasi dapat dilakukan dengan memasang early warning ataupun membangun gedung yang di desain tahan gempa tsunami.

"Jadi upaya paling aman sekarang untuk menyelamatkan diri dari tsunami ya menuju bukit. Untuk Kota Cilacap juga sudah kerjasama dengan dunia usaha, seluruh gedung bertingkat dibangun tahan gempa," jelasnya.

Advertisement

Namun, sejauh ini pemerintah belum bisa merealisasikan bukit hijau tersebut. Menurut Sarwa, mitigasi bukit hijau sebenarnya merupakan program Pemerintah Pusat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Belum dibangun. Itu kan program Pemerintah Pusat waktu zaman SBY tapi tidak terealisasi karena DED-nya belum ada, jadi biayanya kembali ke pusat," tutupnya.

Baca juga:
Ormas Islam Diimbau Bantu Korban Tsunami Selat Sunda
Korban Tsunami Keluhkan Mahalnya Biaya Pemulangan Jenazah di RSUD Serang
Jumlah Korban Meninggal Tsunami Banten Bertambah jadi 430 Orang
PUPR Distribusikan 4.000 Liter Air Bersih ke Pengungsian Tsunami Banten
Hadiri Peringatan 14 Tahun Tsunami, WN Jepang Gowes 200 Km dari Meulaboh-Banda Aceh
Kemendagri Buka Posko Bantuan Dokumen Kependudukan Korban Tsunami di Lampung

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.