LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BP2MI Duga Ada Aksi Travel Gelap Tawarkan Kemudahan Pekerja Migran Pulang Kampung

Travel gelap diduga memanfaatkan situasi dengan membawa pulang pekerja migran yang tak ingin menjalani karantina dan segera pulang ke kampung halaman.

2020-06-28 16:04:00
Corona di Indonesia
Advertisement

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menduga ada travel gelap yang memanfaatkan penanganan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Travel gelap diduga memanfaatkan situasi dengan membawa pulang pekerja migran yang tak ingin menjalani karantina dan segera pulang ke kampung halaman.

"Ada travel gelap yang mencoba masuk ke wilayah Wisma Atlet. Mereka ingin memanfaatkan bisnis kotor mereka kepada para PMI. PMI diarahkan untuk menggunakan jasa travel dengan tarif tinggi," kata Benny dalam diskusi di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Minggu (28/6).

Advertisement

Untuk diketahui, pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri wajib menjalani karantina. Mereka harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.

Selama menunggu hasil PCR sekitar beberapa hari, para pekerja ini dikarantina di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Apabila ada yang positif akan dirawat, dan bila tidak akan dipulangkan.

Kerap dijumpai travel gelap lalu lalang di area RS Wisma Atlet. Targetnya, pekerja migran. Adapun, modus yang ditawarkan oleh travel gelap ini adalah membujuk pemulangan mereka ke kampung halaman secara mudah.

Advertisement

Di tengah perjalanan, para pekerja migran dipaksa untuk membayar dengan tarif tinggi. Apabila tidak dituruti kemauannya, PMI akan diturunkan ditengah perjalanan. Bahkan, PMI juga kerap mendapat ancaman tindak kekerasan juka menolak tawaran tarif yang diajukan oleh pihak travel gelap.

"Mereka (PMI) disembelih dengan harga tidak wajar. Tujuannya mencari keuntungan yang tinggi," tegasnya.

Benny menambahkan, pihaknya menerima banyak aduan terkait aksi pemaksaan penukaran mata uang dolar ke rupiah milik pekerja migran. Aksi pemaksaan ini kerap terjadi di tengah perjalanan menuju kampung halaman saat menggunakan jasa travel gelap ini.

"Kelompok travel gelap ini memanfaatkan kepulangan PMI sebagai bisnis kotor. Mereka arahkan agar PMI gunakan jasa travel tertentu," katanya.

Benny telah mengingatkan pekerja migran agar hati-hati dengan aksi travel gelap. Sebab, selain tarif mahal hal ini juga merugikan diri sendiri.

"Kebanyakan kasus yang terjadi, mereka benar-benar disembelih (diperas) dengan harga yang tidak wajar. Kemudian, jika mereka tidak mau memenuhi harga yang ditetapkan oleh travel, mereka bisa diberhentikan di tengah jalan," ujar Benny.

Oleh karena itu, ia mengklaim pihaknya telah menghubungi Kepala Staf Presiden Moeldoko agar bisa berkoordinasi dengan aparat TNI untuk mengambil tindakan agar membatasi ruang gerak travel gelap tersebut..

"Kejahatan ini memang harus kita proteksi dengan kerja-kerja kolaboratif dan hingga hari ini cukup efektif. Kami berterima kasih kepada jajaran TNI yang mengambil sikap tegas tidak memberi ruang kepada siapapun untuk memanfaatkan situasi Covid-19," tutupnya.

Baca juga:
Kejati NTT Tangkap Buronan Perkara TKI Yufrinda Selan di Semarang
Berangkat Lewat Jalur Ilegal, 5,3 Juta Pekerja Migran Tidak Tercatat BP2MI
61 TKI Bermasalah Asal Sulsel Dideportasi dari Malaysia
22 TKI Ilegal Asal Malaysia Diamankan di Bengkalis
436 TKI Ilegal dari Malaysia Tiba di Tanjung Priok

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.