Bos 'mama minta pulsa' ngaku tak hipnotis saat menipu korban
Semua korban murni tertipu karena bujuk rayu SMS.
Bos 'mama minta pulsa' Effendi alias Lekkeng (30) mengaku, dalam menjalankan aksinya, ia tidak pernah menggunakan trik hipnotis. Semua korban murni tertipu karena bujuk rayu SMS.
"Hipnotis enggak," kata Effendi di Polda Metro Jaya, Sabtu (7/11).
Untuk menjalankan aksinya, pelaku kemudian merekrut anak buah dari warga sekampungnya di Abbanuang Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Wajo, Sulawesi Selatan. Selain orang sekampung, dia juga menawarkan pekerjaan haram tersebut ke warga Bandung, Cipanas dan Cianjur.
"Cara ngajak orang sekampung, mau ikut kerja SMS bale-bale (tipu),"
Setelah berhasil mengajak calon karyawannya, dia memfasilitasi semua kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan SMS penipuan. Lekkeng kemudian menyewa vila dan membeli rekening baru.
Dalam menjalankan penipuannya, pelaku dan anak buahnya tidak pernah meladeni balasan SMS dari korban. "Nerima telepon aja, tapi tau kalau yang serius atau enggak," ujarnya.
Seperti diketahui, Effendi diringkus aparat Polda Metro Jaya, Selasa (3/11) siang. Dia dibekuk tim Unit II Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di kampung halamannya, akhirnya buka-bukaan seputar kehidupan dan rumah mewahnya di Abbanuang Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Wajo, Sulawesi Selatan.
(mdk/amn)