LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Body parts B077 dari Majene, bukan korban AirAsia tapi tubuh monyet

"Jika dilihat dari tubuhnya itu besar, dimungkinkan merupakan tulang monyet," ucap Budiyono.

2015-02-04 17:15:44
AirAsia QZ8501 Hilang
Advertisement

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur menemukan beberapa kejanggalan saat melakukan pemeriksaan post mortem pada body parts berlabel B077. Jenazah korban AirAsia QZ8501 yang tiba di Surabaya pada Senin (2/2) lalu ini, adalah bayi tanpa kepala.

Hasil identifikasi Tim DVI fase pertama di Sulawesi Barat, jenazah yang awalnya ditemukan oleh nelayan di Perairan Majene, Sulawesi Barat itu, merupakan bayi korban AirAsia yang diperkirakan berusia 1 tahun. Sebab, potongan-potongan tubuh yang sudah tidak lengkap dan tanpa kepala itu berukuran kecil.

Namun, saat dilakukan identifikasi mendalam di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur, Tim DVI mendapati keanehan pada tekstur tulang-belulang dan kulit jenazah yang berupa tulang belakang, satu kaki saja itu.

Sehingga, tim menyimpulkan kalau body parts berlabel B077 yang ditemukan nelayan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat itu, tidak mengarah pada jenazah manusia.

"Setelah dilakukan identifikasi, oleh tim ahli dari antropologi, hasilnya tidak terbantahkan, body parts berlabel B077 itu, merupakan non human primate. Itu (body parts B077) bukan potongan tubuh atau pun tulang manusia," tegas Ketua Tim DVI Polda Jawa Timur, Kombes Pol Budiyono didampingi Kabid Humas Kombes Pol Awi Setiyono, Rabu (4/2).

Perwira tiga melati yang juga menjabat sebagai Kabid Dokkes RS Bhayangkara Polda Jawa Timur ini menjelaskan, kesimpulan jenazah B077 bukan manusia atau korban AirAsia, terlihat dari beberapa tekstur tubuh tulang-belulang, seperti tulang termor yang masih ada yaitu paha.

"Ini bisa kita pastikan bukanlah tulang manusia. Jika itu merupakan tulang manusia, tentu tulang tidak bisa menyambung. Namun, yang ada ini justru menyambung," tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, juga diperkuat dengan konsistensinya kulit pada potongan tubuh tersebut, yang sangat tebal dan keras juga kasar. Apalagi, sudah memasuki hari ke 30, kalau tubuh bayi dimungkinkan sudah hancur. "Jika dilihat dari tubuhnya itu besar, dimungkinkan merupakan tulang monyet," ucap Budiyono.

Teridentifikasinya body part berlabel B077 dan bukan dari bagian korban AirAsia QZ8501 ini, maka Tim DVI memisahkannya dari body parts yang lain dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan.

Dengan begitu, jumlah body parts yang semula 78 dikurangi potongan tubuh label B077, menjadi 77 jenazah. Dan dari jumlah itu, 68 body parts sudah teridentifikasi, serta tersisa sembilan jenazah yang masih berada di cold storage atau ruang pendinginan.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.