LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bocah selamat dari pembunuhan keluarga di Medan teringat ayah ibu

Bocah selamat dari pembunuhan keluarga di Medan teringat ayah ibu. Bila tidak dijawab, Kinara menangis. Keluarga terpaksa berbohong dengan mengatakan bahwa kedua orang tuanya ada di rumah. Ini dilakukan agar Kinara tidak terus menerus menangis.

2017-04-24 17:29:00
Pembunuhan satu keluarga di Medan
Advertisement

Kinara (4), bocah yang selamat dari pembunuhan sadis satu keluarga di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, sering menanyakan keberadaan kedua orang tuanya, Riyanto (40) dan Yani (35), yang tewas dalam peristiwa berdarah itu. Kinara juga sering menangis saat terikat orang tuanya.

"Kinara, sering teringat dengan Ayah dan Ibunya, serta selalu menanyakan kepada Nenek Murniati (58) dan kalau tidak dijawab, dia menangis," kata Wagiman (66) kakek Kinara, seperti dilansir Antara di Mabar, Senin.

Keluarga terpaksa berbohong untuk menjawab pertanyaan Kinara. Selama ini keluarga memberi pengertian pada Kinara bahwa kedua orang tuanya berada di rumah. Cuma itu satu-satunya cara agar Kinara tidak terus menerus menangis.

Advertisement

"Akhirnya, Kinara mau diam dan melanjutkan bermain dengan boneka pemberian dari Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa saat membesuk dia, di RSUP H Adam Malik, usai menjalani operasi di bagian kepala," ujar Wagiman.

Dia menceritakan, selama dirawat di RSUP Adam Malik, dan bila terbangun dari tidur, Kinara sering memanggil-manggil nama ibunya. Wagiman sedih melihat keadaan cucunya itu. Pihak keluarga yang berkunjung ke rumah sakit, berusaha tidak mengajak Kinara bicara. Mereka takut Kinara akan menanyakan kedua orang tua.

"Kami, tetap menghibur Kinara dan mengajak dirinya agar selalu bermain dengan boneka pemberian Mensos, serta lupa membayangkan kedua orang tua, yang sudah tiada," ucap dia.

Advertisement

Saat ini kondisi kesehatan Kinara mengalami kemajuan, usai menjalankan operasi di bagian kepala. Kinara sudah bisa makan dengan lahap, tetap ceria, ketawa, dan bernyanyi.

Kinara selama berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, selalu didampingi Nenek Murniati, Ibu kandung dari Riyanto korban pembunuhan yang cukup sadis itu.

"Pihak keluarga, selalu rajin membesuk Kinara agar bisa tenang, sehingga tidak lagi mengingat peristiwa yang menyedihkan itu," kata mandor bangunan itu.

Sekadar mengingatkan, warga Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan dikagetkan ditemukan lima anggota keluarga tewas pada Minggu (9/4) pagi. Kelima korban tewas adalah Riyanto (40) dan istrinya Yani (35), dua anaknya Naya (14) dan Gilang Laksono (10) dan mertuanya bernama Marni (50). Selain itu, putri bungsu korban bernama Kinara (4) ditemukan kritis dan dibawa untuk menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan.

Baca juga:
Andi Lala tak alami gangguan jiwa, tapi pribadi tertutup & sensitif
Api membara di balik sengketa rumah di Medan
Pelaku rencanakan bakar rumah yang tewaskan sekeluarga sejak sebulan
Jejak bensin ungkap pembakaran satu sekeluarga di Medan

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.