Bocah penderita penyakit misterius di Bali, belum sadarkan diri
Dari 5 anak yang menderita penyakit misterius, Ramdatul Aulia (7) yang kondisinya masih gawat dan belum sadarkan diri.
Sepertinya mental pejabat di Bali seperti 'Gong' kalau tidak ditabuh tidak berbunyi. Ini dapat dilihat dari para anak-anak penderita penyakit aneh yang berasal dari Kabupaten Jembrana. Setelah media lokal dan nasional memberitakan kondisi anak ini, baru pemerintah mulai turun tangan.
Setelah sempat dikunjungi wakil Bupati Jembrana Kembang Hartawan di RSUD Negara di Jembara, kini para penderita penyakit aneh yang diduga terinfeksi arbovirus, dirujuk ke RSUP Sanglah di Denpasar. Itu atas inisiatif dinas kesehatan Jembrana dan Provinsi.
Dari lima yang sempat menjalani pemeriksaan, hanya Ramdatul Aulia (7) yang kondisinya masih gawat. Ia masih belum sadarkan diri, sejak mendapat perawatan di RSUD di Jembrana. Hanya saja ia tidak berada di ICU tetapi diruang khusus anak, seperti penderita lainnya khusus anak-anak di RSUP Sanglah.
"Semalam mereka tiba dan langsung ditempatkan di ruang area anak, IGD RSUP Sanglah," kata dr. Kadek Nariyantha, Ka Subbag Humas RSUP Sanglah, Jumat (23/1) di Denpasar, Bali.
Katanya, pasien sudah dilakukan pemeriksaan oleh dokter spealis anak. "Sudah dilakukan penanganan, langsung ditangani spesialis anak," singkat Nariyantha.
Sementara itu, dokter yang sempat melakukan pemeriksaan pasien, dr Dewi Sutriani Mahalini, Sp. A, menerangkan bahwa dari gejala yang ditunjukkan, pasien menderita encephalitis atau radang otak. Namun ia tidak mengatakan penyebab pasti terkena radang otak karena arbovirus.
"Karena radang otak yang disebabkan oleh arbovirus tidak lumrah terjadi. Biasanya cacat," terang dr Dewi, Jumat (23/1).
Terkait ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, MPPM., menerangkan bahwa saat ini telah dilakukan pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Pemprov Bali.
"Kita masih menunggu hasilnya, sampel sudah diambil. Kita percayakan pada tim dokter yang menangani di rumah sakit," terangnya, seraya menunjuk bahwa penyakit anak-anak asal Jembrana ini mengarah ke encephalitis.
"Tanda-tandanya seperti Japanese Encephalitis. Tapi kita tunggulah hasil labnya saja, sabar," tegasnya.
Baca juga:
Penyakit misterius bocah di Bali diduga arbovirus
Idap penyakit langka, perempuan ini tak kenal rasa takut
Kisah tragis bocah 7 tahun di Bali idap penyakit misterius
Kakak-adik idap penyakit langka ini ukir prestasi luar biasa
Lumpuh tak halangi Fahmi dan Faqih cetak prestasi luar biasa
Fahmi pernah salahkan ibunya karena turunkan penyakit langka