Bocah-bocah ini jadi 'korban' batu akik
Saat memakai batu akik jari Muhammad Toha bengkak karena tak bisa dilepas.
Demam batu akik memang sudah menjalar ke semua kalangan. Dari kalangan biasa hingga pejabat menggemari batu akik. Dan untuk sebagian orang, boomingnya batu akik ini dimanfaatkan sebagai lahan bisnis dadakan. Karena varian harganya begitu menggiurkan. Muhammad Toha (4) bocah asal Pancasan Baru, RT 02/12, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, menahan kesakitan lantaran cincin batu akik yang dikenakannya tak bisa dilepas hingga membuat jari tengahnya bengkak. Adi bocah lima tahun asal Sampit, harus menjalani perawatan serius di rumah sakit RSUD dr Murjani. Sebab, bocah polos itu tak sengaja menelan batu akik ketika dia memain-mainkannya di dalam mulut. Demam batu akik memang sedang melanda berbagai usia, tak terkecuali anak di bawah umur. Bahkan mereka yang menggemari batu tersebut, rela mencari hingga ke sungai-sungai untuk mendapatkannya.
Akan tetapi trend batu akik tidak hanya diminati oleh orang dewasa. Kini anak-anak di bawah umur pun ikut gandrung batu tersebut. Bahkan, mereka ikut mencari atau juga memakainya.
Namun, begitu disayangkan lantaran ikut-ikutan menggilai batu akik ada beberapa anak harus menjadi korban. Mereka kesakitan akibat memakai batu akik. Dan yang lebih tragis ada bocah tewas gara-gara batu akik.
Berikut kisah bocah yang menjadi korban batu akik yang dihimpun merdeka.com:Batu akik tak bisa dilepas, jari tengah bocah 4 tahun bengkak
Toha tak kuat menahan tangis dan rasa sakit karena jari tengahnya membengkak akibat cincin batu akik yang diberikan oleh ayahnya tak bisa dilepas. Batu cincin jenis safir ini sengaja dibeli oleh ayahnya, Muhammad Jaja karena Toha sering melihat ayahnya menggunakan cincin batu akik.
"Pas saya ajak ke tempat jualan batu cincin dia ngerengek minta dibeliin. Awalnya saya larang tapi dia terus maksa. Akhirnya saya beliin," kata Jaja di kediamannya di Pancasan Baru RT 02/12 Kelurahan Pasir Jaya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, Jumat (27/2).
Dia menceritakan, sengaja menuruti keinginan anaknya untuk menggunakan cincin batu akik agar anaknya bisa lebih rajin mengaji dan belajar. Cincin yang ia beli kemarin ini ia pasangkan ke jari manis anaknya sebelah kiri.
Namun, saat sore hari, anaknya memindahkan cincin tersebut ke jari tengah tanpa sepengetahuannya. Jerit tangis anaknya pun terdengar dan saat dihampiri ternyata anaknya mengeluhkan sakit di jari tengahnya.
"Saya lihat cincinnya udah pindah ke jari tengahnya. Tangannya juga saya lihat bengkak," ungkap Jaja.
Lantas, ia segera berusaha mencopot cincin tersebut namun sulit karena jari anaknya membengkak. Berbagai cara juga dilakukan, mulai dari menggunakan sabun, minyak dan tang namun tetap belum bisa dicopot.
Jaja menyesal telah memberikan cincin batu akik kepada anaknya. Seharusnya, ia memberikan cincin yang tidak terlalu tebal. Kini cincin tersebut masih menempel di jari tengah anaknya.Tak sengaja, bocah lima tahun telan batu akik
"Saat (batu akik) tertelan, dia tak bisa ngomong, bahkan matanya juga memerah," ungkap Sri, ibu Adi, Senin (23/3).
Awalnya peristiwa nahas itu terjadi saat Adi pinjam cincin bermata kepada kakaknya. Namun, cincin tersebut bukan untuk dikenakan melainkan dimainkan di dalam mulut hingga cincin tersebut tertelan.
Mengetahui hal itu, Sri pun langsung menepuk-nepuk punggung Adi. Akan tetapi batunya tetap tak keluar. Adi pun muntah dan tak bisa ngomong, kemudian Sri langsung membawa anaknya ke dokter. Dia berharap dokter bisa mengeluarkan batu tersebut.
"Mudah-mudahan batu tersebut dapat keluar setelah Adi dibawa ke dokter," pungkas Sri.Bocah kelas IV SD tewas tenggelam saat cari batu akik
Seperti yang terjadi di Marioriwawo, Soppeng, Sulawesi Selatan, seorang bocah SD dengan semangat mencari batu akik di Sungai Asanae, Soppeng. Namun, nahas dalam pencariannya tersebut dia harus kehilangan nyawa.
Bocah SD bernama Fajar itu tewas tenggelam saat mencari batu permata. Keluarga pun dibuat kaget atas kabar yang terjadi Jumat (9/1). Mereka pun tak menyangka anaknya harus tewas hanya gara-gara mencari sebuah batu permata.
"Jumat kemarin, sekitar pukul 14.30 Wita, dia bersama teman-temannya bermaksud ke Sungai Asanae untuk mencari batu permata untuk dibuat cincin," ujar salah seorang warga, Muhktar.