LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPT tengah siapkan metode gelombang kepulangan WNI gabung ISIS

BNPT tengah siapkan metode gelombang kepulangan WNI gabung ISIS. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan, saat ini BNPT masih mencari metode yang tepat untuk menangani warga Indonesia kembali ke tanah air setelah sebelumnya bergabung dan berperang bersama ISIS di Suriah.

2016-10-29 16:05:12
BNPT
Advertisement

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan, saat ini BNPT masih mencari metode yang tepat untuk menangani warga Indonesia kembali ke tanah air setelah sebelumnya bergabung dan berperang bersama ISIS di Suriah.

Hal ini diungkap Suhardi Alius saat ditanya wartawan usai memberi kuliah umum di kampus Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Makassar, Sabtu, (29/10) yang juga dihadiri Rektor Unhas, Prof Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu. Kepala BNPT ini bawakan kuliah umumnya berjudul Resonansi Kebangsaan dan Pencegahan Radikalisme.

Menurutnya, sudah ada 53 warga Indonesia yang keluar dari perbatasan Suriah dan Irak karena terdesak oleh operasi militer pemerintah Irak untuk merebut Mosul dari kelompok ISIS. Hanya saja dia belum bersedia mengungkap apakah hingga hari ini mereka sudah masuk ke wilayah Indonesia atau belum.

Menurut Suhardi, pihaknya masih dalami dan mengecek di mana keberadaan puluhan warga Indonesia tersebut untuk kemudian dilakukan pendekatan untuk mereduksi tingkat radikalismenya. Yang jelas, tambahnya, warga Indonesia itu sudah termonitor telah keluar dari perbatasan dan dipastikan akan kembali ke negaranya olehnya harus segera diantisipasi.

"Kita perlu perhatikan bagaimana mencari metode yang pas dalam menanganinya. Kita lihat dulu biodatanya kemudian dikoordinasikan dengan 17 Kementerian untuk menangani hal seperti ini. Kita lihat tingkat kemilitansiannya, apa sih yang mesti dikedepankan di situ. Jadi masing-masing apa therapinya. Misalnya soal pemahaman agamanya jadi mungkin kita perlu utamakan ulamanya. Walaupun demikian yang lain juga mengikut misalnya faktor kesejahteraannya," jelas Suhardi Alius.

Ditanya soal ancamannya bagi Indonesia setelah kepulangan mereka nanti, Suhardi mengatakan, sementara mereka itu belum berbuat di sini tapi sudah berbuat di sana. Yang terpenting adalah pemahamannya.

Diungkap juga, masih ada sekira 460-an warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS masih berada di Suriah dan Irak. Kemungkinannya mereka juga akan terdesak akibat operasi militer di sana. Karena mereka lebih spesifik dari segi postur sehingga mudah dikenali maka akan berusaha keluar.

Deradikalisasi, kata Suhardi Alius, adalah orang-orang yang sudah terpapar radikalisme termasuk diri sendiri maupun keluarganya. Keluarganya mungkin tidak melakukan tindakan apa-apa tapi pasti sudah punya pemahaman yang sama.

Baca juga:
BNPT akan telusuri alasan AS tolak permohonan pembebasan Hambali
Kepala BNPT: 50 Militan ISIS Indonesia kembali dari Mosul
Minta laporan soal terorisme, Jokowi panggil Komjen Suhardi Alius
Kepala BNPT: Teroris makin brutal jika tak ditangani komprehensif
Kepala BNPT waspadai kembalinya WNI anggota ISIS ke tanah air
Jadi sasaran empuk aksi terorisme, polisi diminta selalu siaga
Cegah terorisme, BNPT-Pemprov Sulsel teken MoU bantu pesantren

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.