BNPT Sebut Pelaku Bom Katedral Makassar Belajar Membuat Peledak dari Pelatihan Online
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengungkapkan, dua pelaku bom bunuh diri di Katedral Makassar yang diketahui suami-istri mendapatkan pengetahuan soal membuat bom dari media sosial.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengungkapkan, dua pelaku bom bunuh diri di Katedral Makassar yang diketahui suami-istri mendapatkan pengetahuan soal membuat bom dari media sosial.
Tidak hanya itu, menurut Boy, pengetahuan yang mereka gali lewat sosial media turut dikembangkannya sendiri untuk membuat bahan peledak.
"Ada informasi online training di media sosial yag dikembangkan mereka. Mereka kembangkan tata cara membuat bahan peledak," kata Boy dalam keterangannya dari Makassar, Senin (29/3).
Selain itu, lanjut Boy, terdapat pihak lain yang berperan sebagai pendukung kedua suami-istri tersebut. Dia merinci, jumlahnya sekitar dua sampai tiga orang dan berasal dari jaringan yang sama dengan kedua pelaku.
"Langkah penegakan hukum sudah dilakukan oleh penyidik Polri dan densus 88, estimasi 2-3 orang, peran mereka masing-masing, mereka adalah jaringan yang sama," jelas Boy.
Mantan Kapolda Papua ini memastikan, pelaku lain selain dua orang bomber pada saat kejadian, sudah tertangkap aparat. "Nanti ada penjelasan Pak Kapolri soal penangkapan ini," tukasnya.
Reporter: M Radityo Priyasmoro
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Kepala BNPT: Kapolri akan Ungkap Tersangka Baru Pendukung Aksi Bom Katedral Makassar
Gubernur Sumsel Sebut Aksi Terorisme Tidak Terkait dengan Agama Tertentu
Antisipasi Teror Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar, Ridwan Kamil Instruksikan Ini
Polri: Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Pasangan Suami Istri Baru Menikah 6 Bulan
Menko PMK Tegaskan Bom di Gereja Katedral Makassar Dikecam Agama dan Dibenci Tuhan
13 Korban Ledakan Bom Gereja Katedral Makassar Masih Dirawat di RS